kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rupiah Menguat 1% di Pekan Ini, Simak Katalisnya


Jumat, 03 Oktober 2025 / 17:46 WIB
Rupiah Menguat 1% di Pekan Ini, Simak Katalisnya
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,21% ke Rp 16.563 per dolar AS dan membuat rupiah menguat 1,05% di pekan ini


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah tampil perkasa di pekan ini. Bahkan rupiah sukses kembali ke bawah level Rp 16.600 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/10/2025), rupiah berakhir menguat 0,21% ke Rp 16.563 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah spot telah menguat 1,05%. 

Sementara, rupiah Jisdor di Bank Indonesia (BI) juga menguat tipis 0,006% ke posisi Rp 16.611 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah Jisdor juga menguat 0,98%.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah dalam sepekan didukung oleh data-data ekonomi domestik yang positif. Seperti data neraca perdagangan Agustus 2025 yang masih surplus dan inflasi yang naik menjadi 2,65% pada September 2025. 

Baca Juga: Mantap, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.563 Per Dolar AS Hari Ini (3/10)

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut akan terus berkoordinasi dengan BI untuk menjaga stabilitas rupiah turut menjadi katalis positif lain bagi otot rupiah pekan ini.

“Sentimen risk-on di pasar ekuitas juga mendukung rupiah pekan ini,” jelas Lukman kepada Kontan, Jumat (3/10/2025).

Di sisi lain, indeks dolar AS yang tertekan khususnya karena data Laporan Perubahan Tenaga Kerja Non-Pertanian ADP (ADP Nonfarm Employment Change) yang melemah.

Pekan depan, Lukman memproyeksi rupiah akan bergerak fluktuatif seiring risalah pertemuan FOMC Federal Reserve. Pasar menduga, pidato Ketua The Fed Jerome Powell,  mengenai arah kebijakan moneter The Fed akan cenderung bernada hawkish.

Dari domestik, rilis cadangan devisa yang diprediksi naik ke US$ 159 miliar akan turut menyetir gerak rupiah pekan depan.

“Secara umum, perkembangan sentimen domestik belum sepenuhnya positif, penguatan belakangan ini yang hanya didasari pernyataan-pernyataan pemerintah tidak akan bisa bertahan lama,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×