kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Menguat 1% di Pekan Ini, Simak Katalisnya


Jumat, 03 Oktober 2025 / 17:46 WIB
Rupiah Menguat 1% di Pekan Ini, Simak Katalisnya
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,21% ke Rp 16.563 per dolar AS dan membuat rupiah menguat 1,05% di pekan ini


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah tampil perkasa di pekan ini. Bahkan rupiah sukses kembali ke bawah level Rp 16.600 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/10/2025), rupiah berakhir menguat 0,21% ke Rp 16.563 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah spot telah menguat 1,05%. 

Sementara, rupiah Jisdor di Bank Indonesia (BI) juga menguat tipis 0,006% ke posisi Rp 16.611 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah Jisdor juga menguat 0,98%.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah dalam sepekan didukung oleh data-data ekonomi domestik yang positif. Seperti data neraca perdagangan Agustus 2025 yang masih surplus dan inflasi yang naik menjadi 2,65% pada September 2025. 

Baca Juga: Mantap, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.563 Per Dolar AS Hari Ini (3/10)

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut akan terus berkoordinasi dengan BI untuk menjaga stabilitas rupiah turut menjadi katalis positif lain bagi otot rupiah pekan ini.

“Sentimen risk-on di pasar ekuitas juga mendukung rupiah pekan ini,” jelas Lukman kepada Kontan, Jumat (3/10/2025).

Di sisi lain, indeks dolar AS yang tertekan khususnya karena data Laporan Perubahan Tenaga Kerja Non-Pertanian ADP (ADP Nonfarm Employment Change) yang melemah.

Pekan depan, Lukman memproyeksi rupiah akan bergerak fluktuatif seiring risalah pertemuan FOMC Federal Reserve. Pasar menduga, pidato Ketua The Fed Jerome Powell,  mengenai arah kebijakan moneter The Fed akan cenderung bernada hawkish.

Dari domestik, rilis cadangan devisa yang diprediksi naik ke US$ 159 miliar akan turut menyetir gerak rupiah pekan depan.

“Secara umum, perkembangan sentimen domestik belum sepenuhnya positif, penguatan belakangan ini yang hanya didasari pernyataan-pernyataan pemerintah tidak akan bisa bertahan lama,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×