kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah mengantisipasi data inflasi


Rabu, 01 November 2017 / 09:51 WIB


Reporter: Nathania Pessak, Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang pengumuman data inflasi Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akhirnya menguat, meski tipis. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia, Selasa (31/10), menguat 0,05% jadi Rp 13.572 per dollar AS. Kurs spot rupiah juga terapresiasi 0,14% jadi Rp 13,563 per dollar AS.

Rupiah menguat berkat pengumuman Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menyebut investasi asing di kuartal III-2017 naik sebesar 13% menjadi Rp 111,7 triliun.

Namun, ekonom Bank Central Asia David Sumual melihat masih ada potensi perlambatan investasi asing. "Asing juga wait and see karena melihat potensi permintaan masih lambat," jelas David, kemarin.

Sedangkan Research & Analyst Valbury Asia Lukman Leong mengatakan, jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC), biasanya pasar berspekulasi dan wait & see, sehingga USD terkoreksi. "Dari sisi domestik juga belum ada apa-apa, mungkin inflasi saja," kata dia.

Prediksi Lukman, kurs rupiah pada Rabu (1/11) masih akan tertekan di kisaran Rp 13.550–Rp 13.600 per dollar AS. Sedangkan David memprediksi rupiah berpeluang menguat tipis di kisaran Rp 13.550–Rp 13.600 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×