Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas terhadap dolar AS pada Selasa (22/9/2026). Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang mencatat penguatan paling besar, sementara rupiah Indonesia justru melemah.
Mengacu data Reuters pada pukul 02.11 GMT, won Korea Selatan menguat 1,08% menjadi 1.359,90 per dolar AS dari posisi sebelumnya 1.374,54 per dolar AS.
Penguatan won menjadi yang terbesar di antara mata uang Asia dalam daftar tersebut. Dolar Taiwan juga menguat 0,23% menjadi 31,684 per dolar AS.
Baca Juga: WIKA Tunda Pembayaran Sukuk, Pefindo Turunkan Rating Jadi Gagal Bayar
Sementara itu, dolar Singapura naik tipis 0,01% menjadi 1,276 per dolar AS. Baht Thailand relatif stabil di 33,240 per dolar AS, sedangkan peso Filipina melemah 0,06% menjadi 62,677 per dolar AS.
Yen Jepang turun 0,08% menjadi 157,480 per dolar AS. Yuan China juga bergerak tipis dengan pelemahan 0,01% menjadi 6,696 per dolar AS.
Tekanan lebih besar terlihat pada rupiah. Rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.885 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.825 per dolar AS.
Jika dihitung sejak awal 2026, rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan.
Berdasarkan data tersebut, rupiah telah melemah 6,11% terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS.
Rupee India melemah 5,81%, peso Filipina turun 4,79% dan baht Thailand terkoreksi 4,13% sepanjang tahun berjalan.
Sebaliknya, won Korea Selatan mencatat penguatan 4,39% sejak akhir 2025. Yuan China juga menguat 3,97%, sementara dolar Singapura naik 1,16%.
Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.407,4 di Awal Perdagangan, Top Gainers LQ45: MEDC, AMMN, CPIN
Ringgit Malaysia menguat 0,75% sepanjang tahun berjalan. Sementara itu, yen Jepang melemah 1,70% dan dolar Taiwan turun 0,90%.
Pergerakan mata uang Asia berlangsung ketika pasar global mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, termasuk prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di AS berpotensi menopang dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Daftar Kurs Mata Uang Asia vs. Dolar AS (22 September, 02.11 GMT)
| Mata Uang | Harga Terakhir (Bid) | Penutupan Sebelumnya | Perubahan Harian (%) | Perubahan YTD 2026 (%) |
| Won Korea Selatan (KRW) | 1.359,90 | 1.374,54 | +1,08% | +4,39% |
| Dolar Taiwan (TWD) | 31,684 | 31,758 | +0,23% | -0,90% |
| Peso Filipina (PHP) | 62,677 | 62,715 | +0,06% | -4,79% |
| Dolar Singapura (SGD) | 1,276 | 1,2762 | +0,01% | +1,16% |
| Baht Thailand (THB) | 33,240 | 33,240 | 0,00% | -4,13% |
| Rupee India (INR) | 95,815 | 95,815 | 0,00% | -5,81% |
| Ringgit Malaysia (MYR) | 4,075 | 4,075 | 0,00% | +0,75% |
| Yuan China (CNY) | 6,696 | 6,6953 | -0,01% | +3,97% |
| Yen Jepang (JPY) | 157,480 | 157,360 | -0,08% | -1,70% |
| Rupiah Indonesia (IDR) | 17.885,00 | 17.825,00 | -0,34% | -6,11% |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














