kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rupiah Masih Melemah di Atas Rp 16.000 Per Dolar AS Pada Selasa (16/4) Siang


Selasa, 16 April 2024 / 14:43 WIB
Rupiah Masih Melemah di Atas Rp 16.000 Per Dolar AS Pada Selasa (16/4) Siang
ILUSTRASI. Rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai dibuka kembali perdagangnnya pasca libur Lebaran. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Reporter: Anna Suci Perwitasari, Herlina KD, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai dibuka kembali perdagangnnya pasca libur Lebaran. Selasa (16/4) pukul 14.35 WIB, siang ini rupiah spot melemah 2,07% ke level Rp 16.176 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sesi pagi, rupiah sempat menyentuh level Rp 16.200 per dolar AS, yang merupakan level terendah sejak awal April 2020.

Bahkan, rupah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.

Meskipun pasar Indonesia tutup karena hari libur di pekan lalu, dolar AS tampil perkasa setelah data ekonomi AS yang kuat dan kenaikan inflasi menyebabkan pasar mengabaikan ekspektasi kapan Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga.

Baca Juga: BI Pastikan Upaya Intervensi untuk Jaga Rupiah di Tengah Penguatan Dolar AS

“Bank Indonesia mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas rupiah dengan menjaga keseimbangan pasokan-permintaan di pasar valuta asing, melalui tiga intervensi,” kata Edi Susianto, Kepala Departemen Moneter Bank Indonesia seperti dikutip dari Reuters.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan BI akan terus melakukan intervensi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Perry menyebut BI melakukan intervensi melalui pasar spot dan dan non-deliverable forward domestik. BI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah menjaga stabilitas moneter dan fiskal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×