kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Rupiah masih berpotensi melemah


Selasa, 04 November 2014 / 08:51 WIB
ILUSTRASI. Sederet Gejala Penyakit Batu Empedu


Reporter: Dupla Kartini, Noor Muhammad Falih | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Otot rupiah loyo, tersengat pengumuman data ekonomi domestik. Di pasar spot, Senin (3/11), pasangan USD/IDR naik 0,19% dibandingkan akhir pekan lalu menjadi Rp 12.109. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah melemah 0,19% versus dollar AS ke Rp 12.105.

Senior Researcher and Analyst PT Monex Investindo Futures Albertus Christian menilai, pemicu pelemahan rupiah adalah kontraksi aktivitas manufaktur domestik. Indeks manufaktur September tercatat 49,2, turun dibanding  Agustus, 50,7. "Ini memicu profit taking, setelah rupiah menguat pekan lalu," paparnya. Apalagi, dollar AS sedang menguat terhadap major currency, akibat investor mengalihkan aset pada mata uang safe haven, seperti dollar AS.

Hari ini, fokus pasar akan bergeser pada data pertumbuhan domestik bruto (PDB). PDB kuartal III diprediksi lebih rendah  dari kuartal II. "Data ini bisa menekan rupiah. Ada risiko rupiah melemah ke Rp 12.060–Rp 12.145," prediksi Christian.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menduga, inflasi bulan Oktober dan neraca dagang yang sesuai ekspektasi, bisa menopang rupiah. Prediksinya, rupiah akan bergerak terbatas antara Rp 12.050–Rp 12.150.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×