kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rupiah masih berpeluang melemah pada perdagangan Senin (2/12)


Minggu, 01 Desember 2019 / 12:15 WIB
Rupiah masih berpeluang melemah pada perdagangan Senin (2/12)

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Faktor eksternal masih akan menyetir arah pergerakan rupiah pada esok hari. Rupiah diramal melemah pada Senin (2/12).

Jumat (29/11), rupiah spot melemah 0,12% ke Rp 14.108 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga melemah tipis 0,02% ke Rp 14.102 per dolar AS.

Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan, wajar rupiah melemah karena konflik perang dagang AS dan China kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU) yang menunjukkan dukungan AS kepada demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. "Aksi AS yang mendukung Hong Kong direspon negatif oleh China, perang dagang bisa memanas lagi, jadi wajar rupiah melemah," kata Enrico, Jumat (29/11).

Baca Juga: Fundamental Kuat, Asing Masih Betah Pegang Surat Utang Negara (SUN)

Sementara, Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena sentimen teknikal di tengah minimnya data ekonomi yang keluar baik dari luar maupun dalam negeri.

Untuk pergerakan rupiah di Senin (2/12), Enrico memproyeksikan rupiah tidak akan banyak bergerak dengan kecenderungan tetap melemah. Enrico memproyeksikan meski inflasi Indonesia besok masih tetap dalam batas aman, tidak akan terlalu signifikan memberi pengaruh pada rupiah jika dibandingkan dengan kondisi geopolitik.

Baca Juga: Tahun 2019 tinggal sebulan, IHSG termasuk indeks berkinerja terburuk

"Pelaku pasar sudah priced in dengan sentimen dalam negeri," kata Enrico. Dia memperkirakan, rupiah besok berpotensi bergerak di rentang Rp 14.080 per dolar AS hingga Rp 14.150 per dolar AS.

Senada, Lukman memproyeksikan rupiah besok bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah di rentang Rp 14.075 per dolar AS hingga Rp 14.125 per dolar AS.




TERBARU

×