kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Rupiah Loyo Akibat Sentimen MSCI, Pekan Depan Dibayangi Tekanan


Jumat, 16 Oktober 2026 / 17:00 WIB
Rupiah Loyo Akibat Sentimen MSCI, Pekan Depan Dibayangi Tekanan
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah tajam pada perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (16/10/2026), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 89 atau 0,50% menjadi Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam sepekan, kurs rupiah spot melemah total 0,71% dari posisi Rp 17.899 per dolar AS pada Jumat (9/10/2026) pekan lalu.

Kurs rupiah Jisdor bahkan melemah Rp 104 atau 0,58% dalam sehari menjadi Rp 18.052 per dolar AS pada hari ini. Pelemahan kurs rupiah Jisdor mencapai 0,94% dari posisi Rp 17.884 per dolar AS pada pekan lalu.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah sepanjang pekan ini terutama dipengaruhi sentimen risk-off di pasar domestik. Hal itu diperparah oleh kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Perlemahan ini murni sentimen negatif domestik, indeks dolar AS sendiri terpantau menurun oleh meredanya sell off obligasi global,” ungkap Lukman kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 18.027 per Dolar AS pada Jumat (16/10), Terlemah di Asia

Asal tahu saja, usulan penurunan status Indonesia ini berdasarkan hasil penilaian MSCI terhadap transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia, yang belum menunjukkan perbaikan memadai sejak Februari 2026. Sehingga Indonesia dinilai tidak lagi tepat jika masuk kelompok pasar Emerging Market.

Memasuki pekan depan, Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan. Arah pergerakan mata uang Garuda akan bergantung pada respons investor dan pemerintah terhadap sentimen MSCI dalam beberapa hari mendatang.

Dari sisi eksternal, tidak terdapat data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis pada pekan depan. Sementara dari dalam negeri, pasar akan mencermati pertemuan RDG Bank Indonesia (BI). Lukman memperkirakan BI berpeluang menaikkan suku bunga acuan untuk meredam gejolak rupiah.

Dengan begitu, untuk sepanjang pekan depan, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.900-Rp 18.250 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp 18.000 per Dolar AS, Sentimen MSCI Jadi Pemberat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×