kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Rupiah Loyo 5 Hari Beruntun Ditutup Rp 18.083, Pasar Pantau Pengganti Perry Warjiyo


Selasa, 28 Juli 2026 / 16:18 WIB
Rupiah Loyo 5 Hari Beruntun Ditutup Rp 18.083, Pasar Pantau Pengganti Perry Warjiyo
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah menjadi lima hari perdagangan berturut-turut. 

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.083 per dolar AS, melemah 0,41% dibandingkan penutupan Senin (27/7/2026) yang berada di Rp 18.009 per dolar AS.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pelemahan rupiah kali ini masih dibebani oleh sentimen pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, sebagai sentimen negatif utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Sebab, ini memicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,89% ke 6.130, Top Losers LQ45: BUMI, CUAN, ANTM, Selasa (28/7)

“Pasar juga mempertanyakan independensi BI, apakah penggantinya benar-benar sosok yang independen,” ujar Ariston kepada Kontan, Selasa (28/7/2026).

Selain faktor domestik tersebut, Ariston menilai masih ada sejumlah sentimen eksternal yang terus menekan rupiah. Di antaranya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS, serta kebijakan fiskal di dalam negeri.

Menurutnya, kombinasi berbagai sentimen tersebut membuat pelaku pasar masih cenderung berhati-hati terhadap aset berdenominasi rupiah.

Untuk perdagangan Rabu (29/7/2026), Ariston memperkirakan perhatian pasar masih akan tertuju pada perkembangan proses pergantian Gubernur BI.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 mendatang. Apabila pertumbuhan ekonomi menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif tambahan bagi rupiah.

“Angka yang melambat dibandingkan sebelumnya bisa menjadi sentimen negatif tambahan untuk rupiah,” tambahnya.

Dengan begitu, Ariston memproyeksikan rupiah pada perdagangan Rabu (29/7) bergerak di kisaran Rp 18.000-Rp 18.100 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×