kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Rupiah kembali menguat di tengah tekanan eksternal


Rabu, 21 November 2018 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat melemah hingga level Rp 14.645 per dollar Amerika Serikat (AS) tadi pagi pukul 8.25 WIB, nilai tukar rupiah kembali menguat. Rabu (21/11) pukul 14.49 WIB, kurs rupiah spot menguat 0,08% ke Rp 14.576 per dollar AS ketimbang harga penutupan Senin (19/11) pada Rp 14.588 per dollar AS.

Rupiah melanjutkan penguatan hari perdagangan keenam sejak awal pekan lalu. Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan terkoreksinya rupiah pagi ini dipengaruhi oleh hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok yang masih bergejolak.

“Walaupun terus memberikan sinyal akan melakukan pertemuan, belum ada kepastian dan keputusan yang positif bagi keduanya maupun secara global,” kata Dini. Sebelumnya, AS dan Tiongkok dikabarkan akan melakukan pertemuan untuk merundingkan trade war dalam KTT G-20 di akhir November mendatang.

Dari zona euro, isu defisit anggaran Italia yang masih belum menemukan titik terang turut mempengaruhi pergerakan mata uang emerging maket. Pasar dinilai masih wait and see karena tidak ada informasi lebih lanjut mengenai anggaran fiskal diterima atau tidak oleh Uni Eropa. Pasalnya, Italia tetap bersikukuh tidak merevisi anggaran fiskalnya dan mempertahankan angka defisit anggarannya sebesar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, masih ada kekhawatiran perlambatan perekomomian global yang menyebabkan harga minyak dunia turun. “Ada outlook bahwa demand minyak mengalami penurunan. Pasar juga masih menghindari aset-aset berisiko di situasi seperti ini,” ujar Dini lagi.

Namun menurut Dini, adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi tameng bagi rupiah tersendiri, sehingga membuat pelemahannya akan terbatas. Dini memproyeksikan rupiah akan ditutup di antara Rp 14.480-Rp 14.750 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×