kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rupiah kembali menguat di tengah tekanan eksternal


Rabu, 21 November 2018 / 15:00 WIB
Rupiah kembali menguat di tengah tekanan eksternal
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: Disa Ayulia Agatha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat melemah hingga level Rp 14.645 per dollar Amerika Serikat (AS) tadi pagi pukul 8.25 WIB, nilai tukar rupiah kembali menguat. Rabu (21/11) pukul 14.49 WIB, kurs rupiah spot menguat 0,08% ke Rp 14.576 per dollar AS ketimbang harga penutupan Senin (19/11) pada Rp 14.588 per dollar AS.

Rupiah melanjutkan penguatan hari perdagangan keenam sejak awal pekan lalu. Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan terkoreksinya rupiah pagi ini dipengaruhi oleh hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok yang masih bergejolak.

“Walaupun terus memberikan sinyal akan melakukan pertemuan, belum ada kepastian dan keputusan yang positif bagi keduanya maupun secara global,” kata Dini. Sebelumnya, AS dan Tiongkok dikabarkan akan melakukan pertemuan untuk merundingkan trade war dalam KTT G-20 di akhir November mendatang.

Dari zona euro, isu defisit anggaran Italia yang masih belum menemukan titik terang turut mempengaruhi pergerakan mata uang emerging maket. Pasar dinilai masih wait and see karena tidak ada informasi lebih lanjut mengenai anggaran fiskal diterima atau tidak oleh Uni Eropa. Pasalnya, Italia tetap bersikukuh tidak merevisi anggaran fiskalnya dan mempertahankan angka defisit anggarannya sebesar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, masih ada kekhawatiran perlambatan perekomomian global yang menyebabkan harga minyak dunia turun. “Ada outlook bahwa demand minyak mengalami penurunan. Pasar juga masih menghindari aset-aset berisiko di situasi seperti ini,” ujar Dini lagi.

Namun menurut Dini, adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi tameng bagi rupiah tersendiri, sehingga membuat pelemahannya akan terbatas. Dini memproyeksikan rupiah akan ditutup di antara Rp 14.480-Rp 14.750 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×