kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.839   37,00   0,22%
  • IDX 8.307   15,76   0,19%
  • KOMPAS100 1.174   2,25   0,19%
  • LQ45 842   -0,22   -0,03%
  • ISSI 297   1,10   0,37%
  • IDX30 437   0,64   0,15%
  • IDXHIDIV20 521   0,70   0,13%
  • IDX80 131   0,29   0,22%
  • IDXV30 144   0,99   0,69%
  • IDXQ30 141   -0,14   -0,10%

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.876 per Dolar AS di Pekan Ini, Cek Sentimennya


Sabtu, 07 Februari 2026 / 08:43 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.876 per Dolar AS di Pekan Ini, Cek Sentimennya
ILUSTRASI. Rupiah melemah tajam, cadangan devisa Indonesia menyusut. Analisis ini mengungkap penyebabnya dan proyeksi rupiah untuk pekan depan


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.887 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, melemahnya rupiah salah satunya karena posisi cadangan devisa Indonesia yang menurun pada Januari 2026. Yakni mencapai US$ 154,6 miliar, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 156,5 miliar. 

Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. 

Baca Juga: Moody's Revisi Outlook Indonesia Jadi Negatif, Analis Sarankan Buy On Weakness

“Meski turun, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ibrahim, Jumat (6/2/2026). 

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. BI juga terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (9/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah dalam rentang Rp 16.870 – Rp 16.920 per dolar AS.

Selanjutnya: Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Menarik Dibaca: 6 Jenis Makanan yang Bisa Bikin Risiko Kanker Meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×