kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45926,66   7,16   0.78%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas di Perdagangan Jumat (2/2)


Kamis, 01 Februari 2024 / 17:26 WIB
Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas di Perdagangan Jumat (2/2)
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan Kamis (1/2).


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rupiah ditutup menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan Kamis (1/2). Penguatan tipis rupiah diperkirakan masih terjadi di perdagangan besok, Jumat (2/2).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengamati, penguatan rupiah didukung oleh afirmasi bahwa siklus pengetatan The Fed sudah mencapai puncaknya.  Seperti diketahui, The Fed tetap mempertahankan Fed Funds Rate (FFR) pada rentang 5,25%-5,50% di pertemuan Rabu (31/1).

Fed menyatakan bahwa penurunan suku bunga kebijakan akan dipertimbangkan, ketika pergerakan inflasi cenderung menurun menuju 2%. Bank Sentral Amerika tersebut menyatakan bahwa suku bunga kebijakan kemungkinan berada pada puncaknya untuk siklus pengetatan saat ini.

“Rupiah juga didukung oleh data manufaktur PMI Indonesia yang tercatat meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Selain itu, rilis data inflasi bulan Januari 2024 cenderung stabil, sehingga mengindikasikan real return dan real yield dari investasi di pasar modal yang cenderung atraktif,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (1/2).

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,18% ke Rp 15.775 Per Dolar AS Pada Kamis (1/2)

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong turut melihat bahwa rupiah menguat terhadap dolar AS karena didukung oleh data manufaktur Indonesia dan China yang lebih kuat. Sementara itu, data inflasi Indonesia menunjukkan tingkat harga yang mulai stabil.

Lukman memprediksi rupiah kemungkinan akan melanjutkan penguatan tipis di perdagangan besok Jumat (2/2). Proyeksi tersebut seiring sikap investor tengah mengantisipasi data tenaga kerja AS non farm payroll (NFP) yang akan dirilis malam harinya.

Sebelumnya, data pekerjaan ADP Amerika Serikat menunjukkan penambahan tenaga kerja yang lebih sedikit dari perkiraan. Namun, perlu juga mengantisipasi data pekerjaan AS, klaim pengangguran dan data ISM manufaktur Kamis malam ini.

“Rupiah diperkirakan akan bergerak datar dengan kecenderungan menguat tipis,” imbuh Lukman kepada Kontan.co.id, Kamis (1/2).

Baca Juga: Berotot, Rupiah Spot Menguat 0,11% ke Rp 15.765 Per Dolar AS Pada Kamis (1/2)

Josua sependapat bahwa rupiah diperkirakan bergerak menguat terbatas di perdagangan akhir pekan, Jumat (2/2). Ini sejalan dengan investor yang cenderung wait and see terkait data ketenagakerjaan Amerika. Investor diperkirakan masih akan menunggu sinyal pelonggaran kebijakan the Fed.

Menurut Josua, Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp 15.725 per dolar AS–Rp 15.825 per dolar AS pada perdagangan hari Jumat (2/2). Kalau Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 15.700 per dolar AS–Rp 15.800 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, rupiah spot menguat sekitar 0,11% secara harian ke level penutupan Rp 15.764 per dolar AS pada hari ini, Kamis (1/2). Sementara, Rupiah Jisdor BI menguat 0,18% secara harian ke level Rp 15.775 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×