Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026).
Pelaku pasar saat ini menantikan sejumlah sentimen, mulai dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hingga perkembangan geopolitik global.
Berdasarkan data kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Garuda ditutup menguat ke level Rp17.909 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Posisi tersebut membaik dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.976 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data pasar spot Bloomberg, rupiah tercatat menguat 0,33% ke posisi Rp17.888 per dolar AS. Penguatan mata uang domestik tersebut juga sejalan dengan data Trading Economics yang menunjukkan apresiasi rupiah sebesar 0,25% ke level Rp17.894 per dolar AS.
Baca Juga: Asing Mulai Borong Saham RI, Analis Ungkap Peluang dan Risikonya
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah didorong oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah muncul sinyal negosiasi antara AS dan Iran. Selain itu, arus modal asing (capital inflow) yang terus mengalir ke pasar keuangan domestik turut menopang penguatan rupiah.
"Investor besok utamanya mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia," ungkap Lukman kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).
Sejalan dengan itu, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan BI Rate, dinamika geopolitik global, serta sentimen pasar saham dunia terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham AMMN, CTRA dan HRTA untuk Rabu (22/7)
Menurut David, sentimen terhadap sektor AI cenderung bergerak berlawanan dengan aliran investasi yang masuk ke pasar saham Indonesia, yang sebagian besar ditopang oleh sektor komoditas.
Untuk perdagangan Rabu (22/7/2026), Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, David memperkirakan kurs rupiah akan berada di rentang Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
