kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rupiah berpotensi makin mendekati Rp 15.000 di akhir tahun


Rabu, 26 September 2018 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Petugas Money Changer Menghitung Uang US Dollar


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan rupiah besok masih menanti hasil rapat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Mengutip Bloomberg, Rabu (26/9), kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan berada di posisi Rp 14.911 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan bahwa jelang kenaikan suku bunga nanti malam, pasar sudah mengantisipasinya terlebih dahulu. “Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Justru pasar di Asia cenderung menguat terutama di pasar sahamnya sehingga ini menodorong penguatan di currency,” kata Josua, Rabu (26/9).

Namun, Josua menambahkan, yang lebih penting dari kenaikan suku bunga The Fed adalah bagaimana arah kenaikan suku bunga The Fed untuk tiga tahun ke depan hingga 2021. “Ini yang ditunggu pasar dan juga akan menentukan pergerakan rupiah untuk awal perdagangan besok,” kata Josua.

Selain itu, Bank Indonesia juga sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed. BI juga berpotensi menaikkan suku bunga pada Kamis besok. Josua memprediksi BI akan menaikkan suku bunga 25 basis poin.

Josua memproyeksikan, hingga akhir tahun rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.950 per dollar AS. Namun, kisaran pergerakan rupiah bisa lebih sempit lagi jika The Fed sudah mengumumkan kenaikan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×