kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah berharap pada inflasi dan harga minyak


Jumat, 27 Mei 2016 / 18:19 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mata uang garuda terus tertekan oleh spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Pergerakan rupiah kini menanti dorongan dari sentimen domestik.

Di pasar Spot, Jumat (27/5) nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah tipis 0,02% ke level Rp 13. 587. Namun dalam sepekan terakhir rupiah berhasil menguat 0,15%.

Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures mengatakan, pergerakan rupiah sepekan ini cukup fluktuatif. Di tengah tekanan dollar AS, rupiah masih mendapat dorongan dari menguatnya harga minyak dunia yang mencapai level US$ 50 per barel.

Untuk pekan depan, rupiah menanti dorongan domestik dari rilis data inflasi bulan Mei. BI memprediksi angka inflasi bulan Mei berada di level 0,19% sementara untuk inflasi secara tahunan di 3,3% atau turun dibanding bulan lalu 3,6%. "Ini bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah jika inflasi sesuai prediksi," papar Andri.

Lalu pertemuan OPEC pada tanggal 2 Juni secara tidak langsung juga akan mempengaruhi rupiah lantaran akan menggerakkan harga minyak dunia.

Andri memprediksi rupiah sepekan ke depan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan menguat.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×