kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rupiah Bergerak Loyo di Akhir Pekan, Analis Prediksi Tekanan Akan Berlanjut


Jumat, 27 Maret 2026 / 16:24 WIB
Rupiah Bergerak Loyo di Akhir Pekan, Analis Prediksi Tekanan Akan Berlanjut
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan hari ini. 

Mengutip Bloomberg, Jumat (27/3/2026), rupiah ditutup di level Rp 16.980 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,45% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada Rp 16.904 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32% secara harian ke Rp 16.957 per dolar AS, dari hari sebelumnya Rp 16.903 per dolar AS.

Baca Juga: Surya Citra (SCMA) Raih Kenaikan Laba 29,61% Sepanjang 2025, Cek Prospeknya pada 2026

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah sepekan terakhir ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal. 

"Masih dalam tekanan tingginya harga minyak mentah dan penguatan dolar AS, walau rupiah sempat didukung oleh pernyataan pemerintah akan defisit di bawah 3% dengan mengurangi anggaran MBG," ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).

Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar. Kondisi geopolitik yang belum mereda mendorong sikap risk off dari investor global, sehingga dana cenderung mengalir ke aset safe haven seperti dolar AS.

Dari dalam negeri, rupiah sempat mendapat sentimen positif dari pernyataan pemerintah yang berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), salah satunya melalui pengurangan anggaran MBG. 

Namun, sentimen ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal.

Lukman menilai, dalam kondisi saat ini rupiah akan sulit untuk menguat signifikan. Bahkan, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut pada pekan depan seiring sentimen global yang masih sama, atau bahkan memburuk.

Baca Juga: IHSG Ditutup Turun 0,94% ke 7.097 Hari Ini (27/3), Top Losers LQ45: INCO, UNVR, TLKM

Untuk proyeksi jangka pendek, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah dalam sepekan ke depan akan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.100 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×