kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.924   54,00   0,30%
  • IDX 5.698   -122,57   -2,11%
  • KOMPAS100 735   -16,76   -2,23%
  • LQ45 560   -12,92   -2,26%
  • ISSI 198   -3,57   -1,78%
  • IDX30 318   -7,12   -2,19%
  • IDXHIDIV20 392   -8,65   -2,16%
  • IDX80 84   -1,95   -2,28%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,49%
  • IDXQ30 103   -2,18   -2,08%

Rupiah akan tertekan isu suku bunga The Fed


Selasa, 25 Oktober 2016 / 20:05 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah memiliki peluang melemah di tengah isu kenaikan suku bunga The Fed. Namun dukungan sentimen dalam negeri mampu mengangkat rupiah dalam jangka panjang.

Di pasar spot, Selasa (25/10) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat tipis 0,06% ke level Rp 13.005 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia rupiah menguat 0,19% di level Rp 13.022.

Ekonom PT Bank Central Asia, David Sumual mengatakan, harga komoditas yang cenderung bergerak dalam tren menguat turut membawa dukungan pada mata uang garuda. "Dana tax amnesty juga belum masuk semua sehingga mendukung potensi rupiah untuk terus menguat," ujarnya.

Pergerakan rupiah pekan ini menurut David akan memperhatikan sentimen eksternal, di antaranya data tingkat keyakinan konsumen Amerika Serikat (AS) yang dirilis Selasa malam (25/10).

 Rupiah kemungkinan mengalami tekanan jangka pendek jika data AS positif. Apalagi, di tengah isu kenaikan suku bunga The Fed yang semakin kencang.

Namun David masih optimistis dengan prospek rupiah tahun ini lantaran dukungan data internal seperti pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 serta inflasi bulanan. "Inflasi bulan Oktober kemungkinan rendah, angka pertumbuhan ekonomi juga masih sejalan dengan target tahun 2016," lanjut dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×