Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melanjutkan fokus strategi penguatan kinerja keuangan melakukan restrukturisasi utang.
Waskita Karya membukukan rugi bersih sebesar Rp 2,87 triliun pada kuartal III-2026. Raihan itu membaik 9,54% dari rugi bersih Rp 3,17 triliun di September 2025.
Seperti diketahui, Waskita Karya telah memulai proses restrukturisasi dari sisi keuangan maupun operasional sejak 2023.
Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro mengatakan, demi memperkuat struktur keuangan, Waskita telah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank.
”Kami konsisten menjalankan implementasi perjanjian ini sampai sekarang," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Tambah Modal ke Anak Usaha, Investor Bayar Tunai
Berkat restrukturisasi, WSKT mengakui memiliki kemampuan lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban keuangan. Dengan begitu, total pembayaran beban keuangan dari Rp1,02 triliun menjadi Rp1,06 triliun.
Nilai pembayaran pinjaman bank jangka panjang tercatat Rp701,39 miliar, dari sebelumnya Rp 393,65 miliar, naik 78,18%. Waskita Karya juga menurunkan beban keuangan menjadi Rp2,79 triliun.
“Kami akan terus berusaha membayar utang atau kewajiban perusahaan, agar beban keuangan bisa semakin ditekan," tuturnya.
Steve mengingatkan, sejak akhir 2023 lalu WSKT telah menurunkan utang sebanyak 20,8%. Total nilainya menjadi sebesar Rp 66,5 triliun, dari sebelumnya sekitar Rp 84 triliun.
Lalu kewajiban atas pajak past due sudah diselesaikan 100% sejak efektifnya restrukturisasi. Dengan begitu, per 2024 perusahaan berkode saham WSKT ini tidak lagi memiliki pajak utang past due.
Pada September 2026 lalu, WSKT juga mendapat persetujuan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2024. “Maka peluang terbukanya suspensi saham Waskita semakin besar,” ungkapnya.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Catat Rugi Rp 2,87 Triliun per September 2026
Per kuartal III 2026, Waskita mencatat pendapatan usaha atau revenue sebesar Rp 8,13 triliun, naik 53,73% dari periode sama 2025 yang hanya Rp5,29 triliun.
Steven bilang, peningkatan tersebut didorong oleh naiknya pendapatan jasa konstruksi sebesar 71,5%, dari Rp3,76 triliun menjadi Rp 6,45 triliun. “Kemudian didukung penyerapan atas realisasi proyek, utamanya proyek pemerintah sebanyak Rp 3,9 triliun,” katanya.
Ke depan, Steven menegaskan, langkah strategis peningkatan kinerja WSKT akan terus dijalankan. Waskita Karya menitikberatkan pada pemulihan kegiatan operasional inti dengan kembali ke core business sebagai kontraktor murni.
Strategi tersebut mengedepankan pengerjaan proyek berskema pembayaran bulanan sekaligus menghindari turnkey. Tujuannya demi menjaga stabilitas modal kerja.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Beri Penjelasan Soal Kesiapan Dana Bunga dan Pokok Obligasi
"Koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan pemegang saham seperti Danantara pun terus dilakukan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














