kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rugi Bersih Lippo Karawaci (LPKR) Membengkak di September 2022


Kamis, 03 November 2022 / 15:33 WIB
Rugi Bersih Lippo Karawaci (LPKR) Membengkak di September 2022
ILUSTRASI. Apartemen dan pusat perbelanjaan Supermal Karawaci, Tangerang. Rugi bersih Lippo Karawaci (LPKR) meningkat dari Rp 573,29 miliar menjadi Rp 1,92 triliun.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan penurunan kinerja hingga September 2022. Rugi bersih LPKR meningkat dari Rp 573,29 miliar menjadi Rp 1,92 triliun.

Peningkatan rugi bersih seiring penurunan pendapatan LPKR. Lippo Karawaci mencatatkan pendapatan sebesar Rp 10,5 triliun. Pendapatan LPKR turun 7% dibandingkan pendapatan yang sudah dinormalisasi pada periode yang sama tahun lalu.

"Hal ini diakibatkan oleh pendapatan yang relatif lebih rendah dari segmen real estat dan pendapatan yang sangat tinggi dari segmen kesehatan pada tahun 2021," ujar CEO LPKR John Riady dalam keterbukaan informasi, Kamis (3/11).

Baca Juga: Hingga September, Lippo Karawaci (LPKR) Kantongi Marketing Sales Rp 3,5 Triliun

John mengatakan, pendapatan dari segmen real estat turun 21,8% menjadi Rp 2,79 triliun akibat adanya perbedaan jadwal serah terima. Serah terima unit apartemen telah dilakukan selama periode sembilan bulan tahun lalu.

Adapun segmen layanan kesehatan melalui PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) yang menjadi penopang pendapatan LPKR dengan kontribusi 65,7%. Pendapatan SILO hingga kuartal ketiga 2022 juga mengalami koreksi sebesar 3% menjadi Rp 6,9 triliun.

"Ini karena tingginya pendapatan yang terkait Covid-19 di periode yang sama tahun lalu," imbuh John.

Baca Juga: Pendapatan Lippo Cikarang (LPCK) Menciut pada Kuartal III, Ini Penyebabnya

Dari segmen gaya hidup yang terdiri dari bisnis mall dan hotel, LPKR mencatatkan penurunan dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 822,41 miliar. 

"Hal ini disebabkan oleh peningkatan tingkat hunian hotel dan tarif kamar, serta peningkatan volume pengunjung mal, yang mencerminkan adanya pemulihan industri yang stabil setelah pandemi," lanjutnya.

John mengatakan, pihaknya masih mampu mempertahankan kinerja bisnis secara keseluruhan hingga kuartal ketiga 2022 meskipun kondisi ekonomi makro yang menantang, khususnya segmen real estat. Namun demikian, segmen kesehatan dan segmen gaya hidup terus berada pada arah pertumbuhan yang kuat.

"Sehingga memungkinkan kami memperoleh pendapatan berulang dan mendukung kinerja kami secara keseluruhan," papar dia.

Baca Juga: Kuartal III 2022, Siloam (SILO) Meraup Laba Tertinggi Rp 244 Miliar

Memasuki triwulan terakhir tahun ini, LPKR akan fokus untuk menyelesaikan serah terima proyek tepat waktu dan melakukan beberapa peluncuran baru. Juga, sembari mempertahankan kinerja operasional yang baik dari segmen kesehatan dan segmen gaya hidup.

Di tengah tren kenaikan inflasi, LPKR telah melakukan mitigasi risiko dengan memperkenalkan beberapa produk baru, yakni proyek low-rise Newville di Lippo Cikarang yang menyasar kaum milennial dan Gen-Z dengan harga mulai dari Rp 279 juta per unit. Selain itu, proyek apartemen di Lippo Village bernama Urbn-X dengan harga mulai dari Rp 403 juta per unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×