kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis


Selasa, 10 Maret 2026 / 17:40 WIB
Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis
ILUSTRASI. Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Pacu Penggunaan Produk Logam Ber-SNI (Dok/Kemenperin)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar logam industri tengah mengalami fluktuasi di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik Timur Tengah.

Melansir data Trading Economics pada Selasa (10/3) pukul 17.08 WIB, harga aluminium turun 1,71% dibandingkan hari sebelumnya ke US$ 3.326 per ton, padahal aluminium mencapai harga tertinggi senilai US$ 3.425 pada Jumat (6/3). 

Adapun, nikel naik 0,25% dalam sehari ke US$ 17.474 per ton. Sementara itu, harga timah US$ 50.685 per ton pada Senin (09/03), naik 1,24% dibanding hari sebelumnya.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan pergerakan harga logam industri mencerminkan perpaduan antara kekhawatiran pasokan (supply-side risk) akibat geopolitik dan sentimen permintaan di sektor teknologi.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Fluktuasi Harga Logam Industri

Pada semester I tahun 2026, Wahyu memproyeksi harga aluminium bergerak di kisaran US$ 2.700 – US$ 3.700 per ton. Adapun, timah di rentang US$ 40.000 – US$ 50.000 per ton. Lalu, nikel di kisaran US$ 16.000–US$ 20.000 per ton.

Sejalan dengan itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksi harga semester pertama tahun 2026 akan terkonsolidasi pada level yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

"Aluminium diproyeksikan mampu menyentuh level psikologis US$ 3.600 per ton jika krisis pengiriman di Selat Hormuz belum mereda. Nikel diperkirakan akan kembali stabil di kisaran US$ 18.500 - US$ 19.500 per ton seiring penyesuaian pasar terhadap kuota baru Indonesia," ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Fluktuasi Harga Logam Industri, Konflik Timur Tengah Berdampak ke Sejumlah Negara

Adapun, proyeksi Sutopo terhadap harga timah berada di rentang US$54.000 per ton sejalan dengan pulihnya permintaan sektor semikonduktor global. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi harga aluminium berkisar antara US$ 3.200- US$ 3.600 per ton, nikel berada di rentang US$ 16.000-19.000 per ton, Timah US$ 45.000-55.000 per ton.

Baca Juga: Harga Logam Industri Terangkat Permintaan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×