kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis


Selasa, 10 Maret 2026 / 17:40 WIB
Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis
ILUSTRASI. Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Pacu Penggunaan Produk Logam Ber-SNI (Dok/Kemenperin)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar logam industri tengah mengalami fluktuasi di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik Timur Tengah.

Melansir data Trading Economics pada Selasa (10/3) pukul 17.08 WIB, harga aluminium turun 1,71% dibandingkan hari sebelumnya ke US$ 3.326 per ton, padahal aluminium mencapai harga tertinggi senilai US$ 3.425 pada Jumat (6/3). 

Adapun, nikel naik 0,25% dalam sehari ke US$ 17.474 per ton. Sementara itu, harga timah US$ 50.685 per ton pada Senin (09/03), naik 1,24% dibanding hari sebelumnya.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan pergerakan harga logam industri mencerminkan perpaduan antara kekhawatiran pasokan (supply-side risk) akibat geopolitik dan sentimen permintaan di sektor teknologi.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Fluktuasi Harga Logam Industri

Pada semester I tahun 2026, Wahyu memproyeksi harga aluminium bergerak di kisaran US$ 2.700 – US$ 3.700 per ton. Adapun, timah di rentang US$ 40.000 – US$ 50.000 per ton. Lalu, nikel di kisaran US$ 16.000–US$ 20.000 per ton.

Sejalan dengan itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksi harga semester pertama tahun 2026 akan terkonsolidasi pada level yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

"Aluminium diproyeksikan mampu menyentuh level psikologis US$ 3.600 per ton jika krisis pengiriman di Selat Hormuz belum mereda. Nikel diperkirakan akan kembali stabil di kisaran US$ 18.500 - US$ 19.500 per ton seiring penyesuaian pasar terhadap kuota baru Indonesia," ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Fluktuasi Harga Logam Industri, Konflik Timur Tengah Berdampak ke Sejumlah Negara

Adapun, proyeksi Sutopo terhadap harga timah berada di rentang US$54.000 per ton sejalan dengan pulihnya permintaan sektor semikonduktor global. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi harga aluminium berkisar antara US$ 3.200- US$ 3.600 per ton, nikel berada di rentang US$ 16.000-19.000 per ton, Timah US$ 45.000-55.000 per ton.

Baca Juga: Harga Logam Industri Terangkat Permintaan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×