kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis


Selasa, 10 Maret 2026 / 17:40 WIB
Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis
ILUSTRASI. Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Pacu Penggunaan Produk Logam Ber-SNI (Dok/Kemenperin)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar logam industri tengah mengalami fluktuasi di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik Timur Tengah.

Melansir data Trading Economics pada Selasa (10/3) pukul 17.08 WIB, harga aluminium turun 1,71% dibandingkan hari sebelumnya ke US$ 3.326 per ton, padahal aluminium mencapai harga tertinggi senilai US$ 3.425 pada Jumat (6/3). 

Adapun, nikel naik 0,25% dalam sehari ke US$ 17.474 per ton. Sementara itu, harga timah US$ 50.685 per ton pada Senin (09/03), naik 1,24% dibanding hari sebelumnya.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan pergerakan harga logam industri mencerminkan perpaduan antara kekhawatiran pasokan (supply-side risk) akibat geopolitik dan sentimen permintaan di sektor teknologi.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Fluktuasi Harga Logam Industri

Pada semester I tahun 2026, Wahyu memproyeksi harga aluminium bergerak di kisaran US$ 2.700 – US$ 3.700 per ton. Adapun, timah di rentang US$ 40.000 – US$ 50.000 per ton. Lalu, nikel di kisaran US$ 16.000–US$ 20.000 per ton.

Sejalan dengan itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksi harga semester pertama tahun 2026 akan terkonsolidasi pada level yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

"Aluminium diproyeksikan mampu menyentuh level psikologis US$ 3.600 per ton jika krisis pengiriman di Selat Hormuz belum mereda. Nikel diperkirakan akan kembali stabil di kisaran US$ 18.500 - US$ 19.500 per ton seiring penyesuaian pasar terhadap kuota baru Indonesia," ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Fluktuasi Harga Logam Industri, Konflik Timur Tengah Berdampak ke Sejumlah Negara

Adapun, proyeksi Sutopo terhadap harga timah berada di rentang US$54.000 per ton sejalan dengan pulihnya permintaan sektor semikonduktor global. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi harga aluminium berkisar antara US$ 3.200- US$ 3.600 per ton, nikel berada di rentang US$ 16.000-19.000 per ton, Timah US$ 45.000-55.000 per ton.

Baca Juga: Harga Logam Industri Terangkat Permintaan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×