kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Ringgit menguat, harga CPO menguap


Kamis, 28 Juli 2016 / 20:12 WIB
Ringgit menguat, harga CPO menguap


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terjadi setelah rebound yang dialami oleh Ringgit Malaysia.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/7) pukul 17.35 WIB harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2016 di Malaysia Derivative Exchange terkikis 0,78% di level RM 2.300 per metrik ton dibanding hari sebelumnya.

“Penguatan Ringgit Malaysia jelas mencederai harga CPO,” kata Rajesh Modi, Trader at Sprint Exim, seperti dikutip dari Bloomberg. Diprediksi penurunan ini akan mencoba mendekati level support kuatnya yakni di RM 2.250 per metrik ton.

Namun demikian di masa datang diduga harga CPO masih akan mampu mengembalikan kenaikannya. Sebab diduga ekspor CPO Malaysia ke India dan China akan naik lagi di bulan Agustus dan September 2016 nanti. Dugaan ini yang menjadi kekuatan bagi harga CPO untuk bertahan dan mencoba membalikkan keadaan.

Ditambah lagi laporan Intertek, sepanjang 1 – 25 Juli 2016 ekspor CPO Malaysia naik 15,1% menjadi 1 juta metrik ton dibanding periode yang sama bulan lalu. Sedangkan SGS mencatatkan pengiriman naik 15% menjadi 1,01 juta ton.

Kenaikan harga minyak kedelai seharusnya juga bisa mendukung tren positif harga CPO. Hanya saja untuk saat ini kekuatan ringgit lebih besar pengaruhnya terhadap harga CPO dan hal tersebut berimbas negative pada harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×