kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rencana IPO Merdeka Gold (EMAS) di Bursa Hong Kong Masih Dalam Tahap Penjajakan


Kamis, 29 Januari 2026 / 11:06 WIB
Rencana IPO Merdeka Gold (EMAS) di Bursa Hong Kong Masih Dalam Tahap Penjajakan
ILUSTRASI. Rencana IPO Merdeka Gold Resources (MDKA) di Hong Kong masih tahap awal dan masuk tahap penjajakan


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Bursa Hong Kong masih dalam tatap awal dan penjajakan. 

Sekretaris Perusahaan Merdeka Gold Resources Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan saat ini, EMAS masih dalam tahap awal untuk menjajaki kemungkinan pencatatan saham di Bursa Hong Kong.  

“Oleh karena itu, pada tanggal penyampaian tanggapan ini, EMAS belum memiliki rencana yang detil dan definitif,” tulisnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (29/1/2026)

Baca Juga: Sektor Alat Kesehatan Masih Prospektif 2026, Analis Soroti Saham MEDS, LABS, dan IRRA

Adi menegaskan belum terdapat informasi material yang dapat disampaikan kepada publik, termasuk informasi terkait rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong termasuk tujuan, perkiraan dan dampak terhadap kinerja. 

Berdasarkan laporan Bloomberg, EMAS dikabarkan telah menunjuk sejumlah bank investasi global, yakni Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group untuk menggarap rencana penawaran saham tersebut.

"Pembahasan terkait rencana tersebut masih berlangsung, sementara ukuran dan waktu pelaksanaan transaksi masih dalam tahap diskusi," tulis laporan Bloomberg, Jumat (23/1/2026). 

Jika terealisasi, transaksi ini akan menjadi salah satu pencatatan yang termasuk jarang terjadi, karena melibatkan perusahaan non China yang melakukan debut di pusat keuangan Asia tersebut. 

 

Selanjutnya: Libur Imlek, China Prediksi Rekor 9,5 Miliar Perjalanan Penumpang

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas Kamis (29/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×