kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rencana Ekspansi Operator Telekomunikasi ke Luar Jawa, Ini Dampaknya Bagi MTEL


Jumat, 03 November 2023 / 14:36 WIB
Rencana Ekspansi Operator Telekomunikasi ke Luar Jawa, Ini Dampaknya Bagi MTEL
ILUSTRASI. Menara?telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk alias Mitratel.


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operator telekomunikasi berencana lebih agresif ekspansi ke luar Jawa. Langkah tersebut akan menguntungkan infrastruktur pendukung seperti bisnis menara. 

Analis Aldiracita Sekuritas Indonesia, Selvi Ocktaviani dalam risetnya mengataka,n PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk alias Mitratel memiliki jumlah menara terbanyak dan tersebar di berbagai lokasi yang penting bagi operator telekomunikasi. Atas dasar itu, setiap rencana ekspansi operator telko ke luar jawa akan berdampak signifikan bagi emiten berkode saham MTEL tersebut. 

Mitratel saat ini memiliki 15.505 menara di Jawa dan 21.586 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. Hal ini mendorong pertumbuhan penambahan tenant di luar Jawa sebesar 11%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 10%.  "MTEL mencatat pertumbuhan penyewa di luar Jawa sebesar 11,4%," ujar Selvi dalam riset yang dipublikasikan Kamis (2/11).

Selain itu, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut berhasil menarik peluang kolokasi. Tercermin dalam pangsa kolokasi MTEL pada Kuartal III-2023 mencapai 39%. Mitratel saat ini memiliki 55.704 tenant, tumbuh 10,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan tenant lebih banyak terjadi pada kolokasi yang bertambah 3.274  atau 21,3% menjadi 18.613 tenant. Dengan peningkatan kolokasi, tenancy ratio naik menjadi 1,5 kali.  

Baca Juga: Pendapatan Tumbuh, Mitratel (MTEL) Cetak Laba Rp 1,43 Triliun hingga Kuartal III

Selvi menjabarkan ada hal yang menarik pada laporan keuangan MTEL kuartal III-2023. Pendapatan MTEL dari Telkomsel yang merupakan perusahaan terafiliasi turun 2,5% secara kuartalan akibat belum selesainya perpanjangan kontrak. MTEL memutuskan menunda pengakuan atas pendapatan tersebut sampai kontrak perpanjangan selesai, meskipun sewa menara terus berjalan.

"Sekitar separuh dari 4.000 kontrak Telkomsel yang berakhir pada akhir tahun 2023 masih diperbarui. Manajemen memperkirakan akan membukukan pendapatan sewa menara yang tertunda sekitar Rp70-100 miliar pada kuartal IV-2023 dan mencapai target pertumbuhan pendapatannya, yakni tumbuh 11% yoy," ujarnya.

Aldiracita mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 840 yang mencerminkan 11,2 kali EV/EBITDA pada kinerja keuangan tahun 2024. Target harga tersebut setara dengan potensi kenaikan 35,48%.

Sebelumnya Mitratel membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11,9% secara yoy menjadi Rp6,3 triliun pada sembilan bulan pertama 2023. Kenaikan pendapatan mendorong laba bersih meningkat 16,6% menjadi Rp1,43 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×