kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Reli Wall Street tertahan, Nasdaq masih mencetak rekor


Kamis, 19 Desember 2019 / 06:11 WIB
ILUSTRASI. Wall Street mulai mengerem kenaikan. Indeks S&P 500 mengakhiri rekor lima hari tapi Nasdaq masih menanjak ke rekor baru.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street mulai mengerem kenaikan. Indeks S&P 500 mengakhiri kenaikan dan rekor baru lima hari berturut-turut dan turun dari level tertinggi pada Rabu (18/12). Sementara Nasdaq masih mencatat rekor tertinggi dalam lima hari perdagangan berturut-turut hingga kemarin.

Meski indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average turun pada perdagangan kemarin, analis mengatakan sentimen pasar masih positif. "Investor makin nyaman dengan arah pasar setelah mendung gelap perang dagang, koreksi ini hanya jeda setelah lonjakan," kata Wayne Wicker, chief investment officer Vantagepoint Investment Advisers kepada Reuters.

Baca Juga: Ketua DPR AS: Trump ancaman berkelanjutan bagi keamanan nasional

Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,10% ke 28.239,28. S&P 500 melemah tipis 0,04% ke 3.191,14. Sedangkan Nasdaq menguat tipis 0,05% ke 8.827,73.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) tidak terlalu terpengaruh pemakzulan Presiden AS Donald Trump yang tengah dalam proses voting di DPR AS. Pemakzulan ini didasarkan pada dua tuduhan kepada Trump, yakni menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi Kongres.

Baca Juga: Jelang voting pemakzulan, Trump: Saya tidak melakukan kesalahan

Shannon Saccocia, chief investment officer Boston Private mengatakan bahwa pemakzulan ini hanya akan berdampak tipis terhadap pasar AS. "Hal ini tidak akan mengubah kebijakan The Fed dan apa yang terjadi dari perspektif China," kata Saccocia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×