kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Reksadana Saham Tertekan pada September, Pasar Uang dan Pendapatan Tetap Lebih Stabil


Jumat, 02 Oktober 2026 / 17:09 WIB
Reksadana Saham Tertekan pada September, Pasar Uang dan Pendapatan Tetap Lebih Stabil
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana menunjukkan pergerakan yang beragam sepanjang September 2026. Reksadana saham dan campuran terkoreksi, sementara pasar uang masih mencatat pertumbuhan dan pendapatan tetap relatif stabil.

Berdasarkan data Infovesta per 30 September 2026, secara month-on-month (MoM), Indeks Reksadana Saham turun 5,47% dan Indeks Reksadana Campuran melemah 2,62% pada September 2026. Koreksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan penurunan IHSG sebesar 6,96% pada periode yang sama.

Sementara itu, Indeks Reksadana Pendapatan Tetap mencatatkan kinerja 0%, sedangkan Indeks Reksadana Pasar Uang tumbuh 0,42%.

Secara year-to-date (YtD) hingga September 2026, IHSG tercatat turun 29,79%. Indeks Reksadana Saham melemah 16,43% dan Indeks Reksadana Campuran turun 7,37%.

Baca Juga: Reksa Dana Pendapatan Tetap Mulai Menarik, Pasar Saham Berangsur Pulih

Di sisi lain, Indeks Reksadana Pendapatan Tetap masih mencatatkan kenaikan tipis 0,07%, sedangkan Indeks Reksadana Pasar Uang tumbuh 3,16%.

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan mengatakan, kondisi pasar yang masih berubah-ubah membuat pengelolaan portofolio perlu tetap fleksibel.

"Di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik, diversifikasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan portofolio," ujar Reza kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Memasuki kuartal IV 2026, Reza melihat peluang investasi masih tersedia di sejumlah kelas aset. Untuk investor dengan horizon pendek, reksadana pasar uang dapat menjadi alternatif. Adapun pendapatan tetap dapat dipertimbangkan untuk horizon menengah dengan tetap memperhatikan risiko suku bunga dan kredit.

"Untuk investor dengan horizon lebih panjang dan toleransi risiko yang lebih tinggi, reksadana saham tetap memiliki daya tarik karena memberikan kesempatan untuk menangkap potensi pertumbuhan pasar dalam jangka panjang," kata Reza.

Baca Juga: Cuan Reksadana Saham Naik 3,6% di Agustus, Ini Racikan Manajer Investasi

Sementara itu, Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, pemilihan produk juga perlu melihat kapan dana tersebut akan digunakan.

Untuk kebutuhan kurang dari satu tahun, ia mengarahkan investor pada instrumen pasar uang. Sementara untuk kebutuhan satu hingga tiga tahun, pendapatan tetap bisa mulai dikumpulkan secara bertahap.

"Kalau untuk satu sampai tiga tahun, pendapatan tetap mulai menarik diakumulasi bertahap, terutama yang berdurasi pendek atau berbasis obligasi korporasi," kata Wawan.

Bagi investor dengan horizon lebih dari lima tahun, Wawan menyebut koreksi di pasar saham dapat menjadi momentum untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Ia juga mengingatkan investor untuk tidak terburu-buru melakukan panic selling ketika pasar terkoreksi.

Hingga akhir tahun, pasar uang dan pendapatan tetap masih dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan dana jangka pendek hingga menengah.

Sementara reksadana saham lebih ditujukan bagi investor yang memiliki horizon investasi panjang dan mampu menghadapi fluktuasi pasar.

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Jadi Juara Sepanjang 2026, Tapi Bulanan Saham Paling Moncer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×