kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Primadona untuk Investasi Sisa Tahun 2025


Jumat, 05 September 2025 / 06:15 WIB
Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Primadona untuk Investasi Sisa Tahun 2025
ILUSTRASI. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, reksadana pendapatan tetap mencetak imbal hasil tertinggi dari jenis reksadana lainnya.


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri reksadana menunjukkan kinerja yang bertumbuh. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, reksadana pendapatan tetap mencetak imbal hasil tertinggi dari jenis reksadana lainnya.

Berdasarkan data Infovesta, hingga 29 Agustus 2025, kinerja reksadana pendapatan tetap memimpin dengan return sebesar 5,74% secara year-to-date (ytd), diikuti reksadana campuran dengan return 4,26%, serta reksadana pasar uang dengan return sebesar 3,33%. Adapun reksadana saham mencatatkan return sebesar 2,53%.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan melihat, untuk sisa tahun 2025, reksadana pendapatan tetap masih menjadi pilihan utama yang dapat ditimbang investor.

Baca Juga: Return Reksadana Pendapatan Tetap Masih yang Tertinggi

“Sebab, reksadana pendapatan tetap menawarkan stabilitas dan yield yang kompetitif,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Reza, reksadana campuran juga menarik bagi investor dengan profil risiko moderat yang ingin mendapatkan diversifikasi antara saham dan obligasi. 

Sementara itu, ia memandang, reksadana saham berpotensi dilirik oleh investor dengan horizon jangka menengah-panjang. “Ini mengingat valuasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang masih rendah secara historis, serta potensi pemulihan earnings di separuh kedua tahun ini,” imbuh Reza.

Baca Juga: Cermat Memilih Aset Investasi Saat Pasar Rentan

Adapun ia juga menilai, reksadana pasar uang tetap relevan. Terutama, bagi investor yang membutuhkan instrumen likuid sekaligus proteksi modal.

Reza memperkirakan, hingga akhir tahun, return reksadana saham berada di kisaran 2–8%. Sedangkan reksadana campuran bisa mencatat return 4–6%. Adapun reksadana pendapatan tetap berpotensi menghasilkan return 6–8%, serta reksadana pasar uang bisa stabil dengan return di 4–5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×