kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Primadona untuk Investasi Sisa Tahun 2025


Jumat, 05 September 2025 / 06:15 WIB
Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Primadona untuk Investasi Sisa Tahun 2025
ILUSTRASI. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, reksadana pendapatan tetap mencetak imbal hasil tertinggi dari jenis reksadana lainnya.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTAIndustri reksadana menunjukkan kinerja yang bertumbuh. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, reksadana pendapatan tetap mencetak imbal hasil tertinggi dari jenis reksadana lainnya.

Berdasarkan data Infovesta, hingga 29 Agustus 2025, kinerja reksadana pendapatan tetap memimpin dengan return sebesar 5,74% secara year-to-date (ytd), diikuti reksadana campuran dengan return 4,26%, serta reksadana pasar uang dengan return sebesar 3,33%. Adapun reksadana saham mencatatkan return sebesar 2,53%.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan melihat, untuk sisa tahun 2025, reksadana pendapatan tetap masih menjadi pilihan utama yang dapat ditimbang investor.

Baca Juga: Return Reksadana Pendapatan Tetap Masih yang Tertinggi

“Sebab, reksadana pendapatan tetap menawarkan stabilitas dan yield yang kompetitif,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Reza, reksadana campuran juga menarik bagi investor dengan profil risiko moderat yang ingin mendapatkan diversifikasi antara saham dan obligasi. 

Sementara itu, ia memandang, reksadana saham berpotensi dilirik oleh investor dengan horizon jangka menengah-panjang. “Ini mengingat valuasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang masih rendah secara historis, serta potensi pemulihan earnings di separuh kedua tahun ini,” imbuh Reza.

Baca Juga: Cermat Memilih Aset Investasi Saat Pasar Rentan

Adapun ia juga menilai, reksadana pasar uang tetap relevan. Terutama, bagi investor yang membutuhkan instrumen likuid sekaligus proteksi modal.

Reza memperkirakan, hingga akhir tahun, return reksadana saham berada di kisaran 2–8%. Sedangkan reksadana campuran bisa mencatat return 4–6%. Adapun reksadana pendapatan tetap berpotensi menghasilkan return 6–8%, serta reksadana pasar uang bisa stabil dengan return di 4–5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×