kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Rekomendasi teknikal saham INTP, WTON, ISAT untuk perdagangan Selasa (26/11)


Selasa, 26 November 2019 / 06:05 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/11).

1. PT Indosat Tbk (ISAT)

Muncul pola morning star pattern candle. Indikator RSI menguat. Stochastic membentuk pola golden cross. Pergerakan ISAT dipengaruhi juga dari volume perdagangan yang meningkat. MA5 berpotensi membentuk pola golden corss.

Rekomendasi: Hold
Support: Rp 3.040
Resistance: Rp 3.270

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


Baca Juga: Harga CPO hambat kinerja Austindo Nusantara (ANJT) di kuartal III

2. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Pergerakan harga WTON telah menembus garis tengah dari bollinger. Pergerakan juga melihatkan pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Hal ini makin didukung dari indikator CCI, SAR dan Williams%R yang menunjukkan sinyal positif.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 426
Resistance: Rp 464

M. Nafan Aji, Binaartha Sekuritas


Baca Juga: Agung Podomoro Land (APLN) tetapkan harga rights issue, begini rekomendasi analis

3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Candle harga INTP mencoba melampaui middle band. Indikator RSI masih bergerak cenderung sideways. Sedangkan, indikator MACD terlihat masih belum kuat untuk balik naik.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 18.900
Resistance: Rp 21.300

William Surya Wijaya, Indosurya Bersinar Sekuritas

Baca Juga: Harga minyak merangkak naik di kisaran tertinggi sejak pertenghan September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×