kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.028   11,00   0,06%
  • IDX 7.054   -37,89   -0,53%
  • KOMPAS100 971   -5,66   -0,58%
  • LQ45 715   -2,35   -0,33%
  • ISSI 251   -1,80   -0,71%
  • IDX30 389   0,04   0,01%
  • IDXHIDIV20 488   -1,36   -0,28%
  • IDX80 110   -0,56   -0,51%
  • IDXV30 135   -1,10   -0,80%
  • IDXQ30 127   0,07   0,06%

Rekomendasi saham Bank BCA (BBCA) usai merilis kinerja semester I 2021


Senin, 26 Juli 2021 / 07:20 WIB
Rekomendasi saham Bank BCA (BBCA) usai merilis kinerja semester I 2021


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. PT Bank Central Asia (BBCA) mencatat pertumbuhan kinerja di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Meski, ada potensi ekonomi melemah akibat pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), analis memperkirakan dalam jangka panjang prospek kinerja BBCA tetap menarik.

Berdasarkan paparan kinerja, Kamis (22/7), BBCA berhasil catatkan laba bersih senilai Rp 14,45 triliun di semester I-2021. Angka tersebut tumbuh 18,1% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 12,24 triliun.

Sementara, pendapatan operasional naik 2,4% yoy dari Rp 37,57 triliun jadi Rp 38,48 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih tumbuh 8,8% yoy dari Rp 27,24 triliun menjadi Rp 28,27 triliun. Pendapatan non bunga turun 1,2% yoy dari Rp 10,32 triliun menjadi Rp 10,21 triliun.

Chief of Equity Research Teknologi Finansial Emtrade Christopher Andre Benas menilai kinerja BBCA di semester I-2021 solid, meski pertumbuhan di pos pendapatan melambat. Pertumbuhan pendapatan BBCA melambat di paruh pertama tahun ini karena pinjaman belum tumbuh sesuai ekspektasi.

Baca Juga: Asing banyak menjual saham-saham saat IHSG turun kemarin

Tercatat, penyaluran kredit BBCA kontraksi tipis 0,3% yoy dari Rp 595,13 triliun menjadi Rp 593,58 triliun sepanjang Juni 2021. Manajemen BBCA juga mengatakan penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh menyentuh Rp 2 triliun di semester I-2021.

Namun, dengan adanya PPKM Darurat di Juli ini, BBCA memperkirakan penyaluran KKB akan turun jadi cuma Rp 1 triliun-Rp 1,2 triliun di Juli.

Tapi, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai, efek PPKM darurat ke kinerja cuma sementara. Bila kasus positif Covid-19 tidak bisa dikendalikan, PPKM level ketat bisa jadi berlanjut. "Ini menjadi tantangan bisnis bagi berbagai lini usaha, tidak terkecuali perbankan," kata dia.

 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×