kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.967   54,00   0,30%
  • IDX 5.661   17,50   0,31%
  • KOMPAS100 731   2,86   0,39%
  • LQ45 556   2,57   0,46%
  • ISSI 197   -0,05   -0,03%
  • IDX30 315   0,71   0,23%
  • IDXHIDIV20 389   -0,69   -0,18%
  • IDX80 83   0,23   0,28%
  • IDXV30 106   -0,85   -0,80%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Reformasi pajak disetujui, dollar menguat


Senin, 04 Desember 2017 / 09:36 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pascakesepakatan pemotongan pajak di Amerika Serikat (AS), Ahmad Mikail Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan dollar akan menguat terhadap rupiah dan beberapa mata uang negara berkembang lainnya. 

Sebanyak 51 dari 52 senat Partai Republik akhirnya sepakat untuk meloloskan program pemotongan pajak Trump dengan beberapa revisi. Senat dari Partai Republik menargetkan program pemotongan pajak tersebut dapat ditandatangani oleh Trump sebelum natal tahun ini.

Ahmad mengatakan hal tersebut bisa menjadi sentimen positif buat dollar AS dan semakin menguatkan kemungkinan AS meningkatkan suku bunga Federal Reserve pada rapat FOMC minggu depan.

Pada Senin (4/12) pukul 9.29 WIB, indeks dollar berada di angka 93,11. Indeks dollar menguat 0,25% ketimbang akhir pekan lalu pada 92,88. Ahmad memperkirakan rupiah hari ini bergerak di rentang Rp 13.550-Rp 13.580. 

Dengen kemungkinan besar dollar AS menguat, Ahmad mengatakan, yield Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan naik terbatas pada perdagangan hari ini. Kisaran yield pada 6,55%-6,59%.

Menurut Ahmad data inflasi November yang akan segera dirilis diperkirakan akan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. "Kemungkinan besar juga hal ini menjadi faktor yang membatasi kenaikan yield SUN 10 tahun," kata Ahmad dalam riset hari ini.

Ahmad memproyeksikan inflasi November sebesar 3,30%-3,50%. Seri yang masih atraktif untuk diperdagangkan adalah FR0061, FR0059, FR0074, FR0062, FR0056, FR0053, FR0068.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×