kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rebound USD/CAD diramal hanya sementara


Senin, 22 Mei 2017 / 14:25 WIB
Rebound USD/CAD diramal hanya sementara


Reporter: Namira Daufina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Setelah melemah signifikan pada pekan lalu, pasangan dollar AS/dollar Kanada perlahan memanfaatkan kesempatan untuk rebound teknikal.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/5) pukul 12.17 WIB pasangan USD/CAD berhasil terangkat 0,13% ke level 1,3528 dibanding hari sebelumnya.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures menjelaskan saat ini sebenarnya USD masih dibebani katalis negatif dari ketegangan politik di AS yang meningkat beberapa waktu terakhir. Hal tersebut menyudutkan USD sehingga secara tidak langsung menguntungkan mata uang yang berlawanan termasuk CAD.

Hanya saja memang di akhir pekan lalu data ekonomi Kanada memburuk. data inflasi inti Kanada April 2017 turun dari 0,3% menjadi 0,0%, rata-rata inflasi April 2017 turun dari 1,7% menjadi 1,6% dan penjualan ritel yang turun tipis dari minus 0,1% menjadi minus 0,2%. Sehingga sesaat ini jadi kesempatan bagi USD untuk membalikkan arah.

"Ada aksi bargain hunting oleh pelaku pasar mengingat pelemahan USD/CAD terjadi signifikan," kata Deddy. Hanya saja penguatan akan terjadi dalam rentang sempit.

"Selama fokus pasar tertuju kepada kondisi politik AS ditambah dengan isu menurunnya dukungan Partai Republik ke Donald Trump maka USD sulit mempertahankan keunggulannya," papar Deddy. Maka ia menebak masih ada kesempatan pelaku pasar untuk melakukan aksi sell on strength dengan kisaran support 1,3410 - 1,3470 dan resistance antara 1,3534 - 1,3668.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×