Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Won Korea Selatan (KRW) menguat hingga sekitar 1.518 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6). KRW pulih setelah menyentuh level terlemahnya sejak Maret 2009 di dekat 1.560, karena otoritas dan institusi besar meningkatkan pasokan dolar untuk menstabilkan mata uang negara itu.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (9/6), layanan Pensiun Nasional yang dikelola negara dilaporkan melakukan lindung nilai valuta asing, meningkatkan penjualan dolar di dalam negeri, sementara para pembuat kebijakan terus memberikan peringatan lisan terhadap volatilitas yang berlebihan dan memantau aktivitas pasar dengan cermat.
Baca Juga: Nasib Won Korea Selatan: Melemah Terparah Sejak 2009, Apa Risikonya?
Dukungan tambahan datang dari sentimen risiko yang membaik setelah Israel dan Iran menyetujui gencatan senjata, mengurangi permintaan aset safe-haven.
Kekuatan berkelanjutan dalam ekspor semikonduktor dan revisi ke atas terhadap pertumbuhan PDB kuartal pertama menjadi 1,8%, semakin mendukung won melalui peningkatan ekspektasi pertumbuhan dan neraca eksternal.
Namun, penguatan tersebut diredam oleh dolar AS yang kuat karena pasar menilai kembali ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve di tengah data ekonomi AS yang tangguh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












