kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PTPP berencana mendivestasi sejumlah entitas usaha


Senin, 30 Oktober 2017 / 17:56 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) berniat menjual atau divestasi sejumlah entitas bisnisnya. Hal ini dilakukan menyusul rencana pemerintah untuk merampingkan anak, cucu, hingga cicit usaha BUMN yang memiliki ranah bisnis sejenis.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto bilang, manajemen mulai menimbang rencana divestasi menyusul wacana pemerintah tersebut. "Yang porsi kepemilikan kami di bawah 20% akan kami divestasi," ujarnya, Senin (30/10).

PTPP memiliki sekitar 25 entitas usaha dimana PTPP menjadi pemegang saham di bawah 20%. Namun, Agus belum bersedia merinci entitas bisnis mana yang akan dilepas. Ia hanya memastikan, salah satu yang akan didivestasi adalah entitas bisnis yang menggarap proyek jalan tol.

Seperti diketahui, PTPP banyak menyertakan modal di beberapa proyek jalan tol. Salah satunya, ruas Tol Serang-Panimbang.

Ruas tol itu dikerjakan dibawah bendera PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WKSP). PTPP mengempit 15% saham perusahaan tersebut.

Meski demikian, tidak semua entitas bisnisnya itu bakal didivestasi. PTPP tetap akan menjadi pemegang saham, apalagi jika perusahaan yang sebagian sahamnya dikuasai PTPP itu mampu menghasilkan kinerja yang moncer.

Agus juga belum bersedia memberikan target dana yang akan diperoleh setelah divestasi. Sebab, kebanyakan proyek yang juga dikerjakan dengan mitra lain tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Setelah pengerjaannya kelar dan diserahkan kembali ke owner, barulah valuasi perusahaan bentukan PTPP dan mitranya nanti terlihat. Dari sini, nilai divestasinya baru bisa dihitung. "Paling cepat 2019 nanti baru akan kami divestasi. Dana hasil divestasinya nanti bisa kami gunakan untuk memperkuat kas kami," kata Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×