kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Proyek listrik, UNTR suntik ekuitas US$ 200 juta


Senin, 25 April 2016 / 20:57 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) bersiap mengerjakan proyek pembangkit listrik di Jepara, Jawa Tengah. Perseroan bersama dua mitranya, Sumitomo Corporation dan Kansai Elektric Power Co Inc akan meneken financial closing proyek itu dalam waktu dekat.

Akhir tahun lalu, perseroan sudah mendirikan PT Unitra Persada Energia (UPE) dalam upaya mencari peluang di sektor energi. UNTR dan dua mitranya akan mengembangkan dan memperluas proyek pembangkit listrik Tanjung Jati B Unit 5 dan Unit 6 di Jepara, Jawa Tengah, dengan total kapasitas 2x1.000 megawatt (MW). Nilai investasi proyek itu mencapai US$ 4 miliar.

Dalam konsorsium ini, UNTR hanya mengempit 25% saham. Sementara mayoritas saham dikuasai Sumitomo sebesar 50%, dan sebesar 25% dimiliki Kansai.

Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro mengatakan, financial closing proyek itu akan selesai pada Juli 2016 mendatang. Sekitar 80% pendanaan proyek itu atau sekitar US$ 3,2 miliar sudah diamankan dari pendanaan bank.

Iwan mengatakan, ada dua macam lembaga keuangan yang akan mendanai proyek tersebut, yakni The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi dari tujuh perbankan. Sementara sebesar 20% atau US$ 800 juta akan didanai dari ekuitas masing-masing pihak.

Gidion Hasan, Direktur Utama UNTR mengatakan, karena mengempit porsi 25% saham, maka total ekuitas yang akan disuntikkan perseroan ke proyek itu mencapai US$ 200 juta. "Ini nanti bertahap suntikan dananya. Menunggu financial closing dulu," ujarnya di Jakarta, Senin (25/4).

Jika berjalan tepat waktu, perseroan menargetkan pembangkit listrik ini akan beroperasi empat tahun mendatang atau sekitar tahun 2020. Sayangnya, Gidion masih enggan memaparkan target pendapatan yang dibidik dari sektor baru ini. Selain merambah pembangkit listrik, perseroan juga mendorong ekspansi di bisnis transportasi darat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×