kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Prospek Surya Semesta Internusa (SSIA) bergantung pada Pelabuhan Patimban


Selasa, 03 September 2019 / 09:55 WIB
Prospek Surya Semesta Internusa (SSIA) bergantung pada Pelabuhan Patimban
ILUSTRASI. Kawasan Industri Suryacipta of Industry

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tengah sibuk mempersiapkan pembangunan Subang City of Industry, nasib PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sangat bergantung pada penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban. Analis BCA Sekuritas Indra Taurean menjelaskan, proyek pemerintah tersebut bakal memberikan sentimen positif bagi kinerja emiten di jangka panjang.

Dari sisi fundamental BCA Sekuritas menilai prospek SSIA masih cukup bagus, mengingat proyek Subang City of Industry juga berkaitan dengan pembangunan Pelabuhan Patimban yang tengah di dorong pemerintah. Proyek pelabuhan tersebut, rencananya bakal soft launching di tahun depan.

"Dengan banyaknya pemain yang lebih concern pada daerah Subang, maka pembangunan untuk infrastrukturnya pun akan lebih baik ke depannya," ujar Indra kepada Kontan.co.id, Senin (2/9).

Baca Juga: Surya Semesta (SSIA) Kurangi Utang, Ini Rekomendasi Analis premium

Selain itu, di antara tiga pihak yang melakukan joint venture dalam membangun kawasan Subang seluas 11 hektare (ha), SSIA memiliki izin sebanyak 2.000 ha. Hanya saja, Indra mengungkapkan bahwa emiten itu memiliki nilai jual yang lebih besar karena bakal menjadi perusahaan pertama yang mendapat keuntungan. 

Dibandingkan dengan dua rekan joint venture yang baru tergabung beberapa bulan lalu, SSIA justru direncanakan bakal merilis proyeknya di kuartal II tahun depan. "Jadi kami lebih melihat ke first corporate advantage," ungkapnya. 

Dari sisi prospek sektoral, BCA Sekuritas memandang prospek industri masih akan menarik hingga akhir tahun. Apalagi, pemerintah saat ini tengah fokus mendorong aktivitas ekspor khususnya sektor otomotif yang rencananya akan didistribusikan melalui Pelabuhan Patimban.

Dengan dijadikannya Subang sebagai kawasan berorientasikan ekspor, tentunya SSIA akan diuntungkan dengan Subang City of Industry. Sehingga, Indra optmistis dari sektor industri cukup mendukung prospek kinerja emiten di tahun depan.

Baca Juga: Lunasi Utang Jatuh Tempo, Surya Semesta (SSIA) Bakal Tetap Ekspansif

"Ekspektasi marketing sales kami mendekati target perusahaan, harapannya bisa 19 ha atau naik dua kali lipat dari capai tahun lalu yang berkisar 8,3 ha," imbuh Indra. 

Hingga akhir tahun, Indra masih merekomendasikan beli untuk saham SSIA dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sedangkan Sukarno cenderung merekomendasikan untuk jual dengan target harga wajar hingga akhir tahun yakni Rp 980 per saham.

Dalam risetnya 30 April 2019, Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Hadi Soegiarto mengungkapkan, beberapa hal masih menjadi tantangan bagi kinerja SSIA. Di antaranya, basis laba bersih yang masih rendah, landbank Karawang yang cenderung terbatas, serta keterlambatan penyelesaian Pelabuhan Patimban.

Meskipun begitu, Hadi optimistis emiten itu masih bisa mengejar pertumbuhan laba bersih dan mendorong penjualan lahan industri sesuai target. Walaupun perlu diakui, untuk jangka panjang prospek SSIA sangat bergantung pada penyelesaian proyek Pelabuhan Patimban yang sempat tertunda.

Baca Juga: Surya Semesta (SSIA) yakin pendapatan kawasan industri bakal terus meningkat

"Kami berharap pelabuhan akan selesai mungkin dalam waktu dua tahun. Kami juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 880 per saham dan berharap pada penyelesaian Pelabuhan Patimban," tandas Hadi dalam riset.




TERBARU

Close [X]
×