kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Prospek Mayapada Hospital (SRAJ) di Semester II 2026 Masih Menantang, Ini Pemicunya


Selasa, 25 Agustus 2026 / 19:17 WIB
Prospek Mayapada Hospital (SRAJ) di Semester II 2026 Masih Menantang, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Mayapada Hospital (KONTAN/Daniel Prabowo)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Yudho Winarto

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Kevin Yudha Pratama mengatakan, tekanan terhadap profitabilitas SRAJ pada semester I-2026 juga berasal dari tingginya beban payroll, professional fees, serta beban keuangan.

Menurut Kevin, ruang efisiensi masih terbuka pada semester II, terutama melalui normalisasi biaya nonrutin dan peningkatan operating leverage.

Namun, dampaknya diperkirakan berlangsung secara bertahap karena rumah sakit baru masih berada dalam tahap ramp-up.

"Pemulihannya kemungkinan lebih lambat karena beban bunga, depresiasi, dan biaya operasional masih cukup berat," kata Kevin.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Investor Cermati Data Inflasi AS

Tower 3 Jadi Katalis

Kevin menambahkan, sejumlah katalis dapat menopang kinerja SRAJ ke depan. Salah satunya berasal dari kontribusi Mayapada Hospital Jakarta Timur, peningkatan utilisasi rumah sakit yang telah beroperasi, serta perbaikan case mix menuju layanan dengan kompleksitas dan nilai transaksi yang lebih tinggi.

Wafi juga melihat penyelesaian Tower 3 yang ditargetkan pada Oktober 2026 sebagai katalis positif bagi SRAJ.

Fasilitas tersebut berpotensi mulai memberikan kontribusi pendapatan setelah beroperasi, meski belum mencapai kapasitas penuh.

Selain itu, disiplin biaya yang lebih ketat dan stabilisasi suku bunga Bank Indonesia (BI) dapat membantu mengurangi tekanan terhadap beban pendanaan.

Meski demikian, Wafi memperkirakan pemulihan profitabilitas SRAJ yang lebih signifikan baru berpotensi terlihat pada 2027.

Dari sisi saham, Wafi menilai prospek SRAJ dalam jangka pendek masih menantang. Pasar berpotensi kembali menyesuaikan ekspektasi terhadap waktu pemulihan kinerja setelah rugi bersih SRAJ membengkak pada semester I-2026.

Baca Juga: Pasar Domestik Libur, Rupiah Spot Melemah Tipis ke Rp 17.723 per Dolar Selasa (25/8)

"Long-term thesis tetap ada, tetapi near-term earnings kelihatan memburuk," ujarnya.

Kevin juga menilai prospek jangka panjang SRAJ masih ditopang ekspansi kapasitas dan pertumbuhan jaringan. Namun, dalam jangka pendek, risiko saham meningkat karena pertumbuhan harga saham belum sepenuhnya diikuti perbaikan laba.

Investor juga perlu mencermati likuiditas saham SRAJ yang relatif tipis, konsentrasi kepemilikan, serta risiko eksekusi ekspansi dan leverage.

Secara teknikal, Kevin melihat saham SRAJ berpotensi mengalami koreksi terlebih dahulu menuju area support Rp 13.850 per saham.

Jika mampu bertahan di level tersebut, saham SRAJ berpeluang rebound dan menguji resistance Rp 15.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×