kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.678   92,00   0,52%
  • IDX 6.488   -235,09   -3,50%
  • KOMPAS100 861   -32,47   -3,63%
  • LQ45 640   -17,84   -2,71%
  • ISSI 235   -8,22   -3,38%
  • IDX30 363   -8,52   -2,30%
  • IDXHIDIV20 449   -6,61   -1,45%
  • IDX80 98   -3,40   -3,34%
  • IDXV30 127   -2,63   -2,03%
  • IDXQ30 117   -2,02   -1,70%

Prospek IPO BUMN, Analis Panin: Sama Seperti pada Umumnya Banyak Spekulasi


Senin, 14 Februari 2022 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di dekat refleksi layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, prospek initial public offering (IPO) saham anak usaha BUMN akan sama seperti saham-saham perusahaan lainnya.

“Saya kira sama saja seperti saham IPO pada umumnya yang banyak spekulasi, pelaku pasar akan mencoba peruntungan di saham-saham IPO karena kebiasaannya menguat signifikan di beberapa hari pertama setelah listing,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Minggu (13/2).

William melihat secara umum, sektor perusahaan yang sedang trending tentunya akan segera meluncur di bursa seperti PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Di samping itu, dia juga melihat prospek saham yang akan bagus di tahun ini tentu yang berhubungan dengan sektor komoditas.

Baca Juga: Sederet BUMN dan Anak Usaha BUMN Bersiap IPO, Begini Prospeknya

“Karena harga komoditas juga lagi naik namun prospek nya ngga sampai yang menarik sekali,” jelasnya.

Di samping itu, dia juga menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan IPO yakni memperhatikan persebarannya ke publik. William bilang biasanya yang persebarannya banyak atau di atas 30% agak sulit naik harga.

Hal ini dikarenakan para pembeli sudah memiliki saham tersebut dalam jumlah besar sehingga saat listing daya beli cenderung akan menurun.

Kemudian, perusahaan juga perlu menentukan apa tujuan IPO. “kalau untuk lunasi utang juga kurang bagus, berarti dari emiten sendiri sedang kesulitan dana sehingga harus mengandalkan investor,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×