kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Profit taking, pairing AUD/USD melorot


Senin, 19 Juni 2017 / 20:06 WIB
Profit taking, pairing AUD/USD melorot


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Dollar Australia (AUD) keok melawan dollar AS alias The greenback (USD) akibat aksi ambil untung alias profit taking. Mengutip Bloomberg, Senin (19/6) pukul 19.17 WIB, pasangan AUD/USD terkikis 0,08% ke level 0,7615 dibanding sehari sebelumnya.

Analis PT Global Kapital Investama Berjangka, Alwi Assegaf mengatakan, pelemahan pasangan AUD/USD dipicu aksi profit taking. Sebab, data tenaga kerja Australia yang dirilis pekan lalu menunjukkan hasil positif, sehingga seharusnya mendukung AUD. Jumlah tenaga kerja Mei bertambah 42.000 atau jauh di atas proyeksi sebesar 9.700. Sementara tingkat pengangguran turun ke level 5,5% dari sebelumnya 5,7%.

Sedangkan, USD sejatinya dilanda sentimen negatif mengingat data sentimen konsumen Mei turun ke level 94,5 dari sebelumnya 97,1. "Meski The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga sekali lagi tahun ini, pelaku pasar ragu kenaikan suku bunga bisa terjadi di tengah data yang kurang mengesankan," lanjut Alwi.

Hanya saja, RBA sempat memberi pernyataan dengan nada yang tidak terlalu hawkish. RBA menyatakan masih nyaman dengan suku bunga rendah saat ini sehingga kemungkinan membayangi AUD.

Dollar AS masih menanti data neraca pembayaran kuartal I-2017 dengan proyeksi defisit US$ 124 miliar atau melebar dari defisit sebelumnya sebesar US$ 112 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×