kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Profit taking bikin IHSG melemah, simak prediksi analis untuk perdagangan besok


Senin, 04 Maret 2019 / 17:33 WIB


Reporter: Aldo Fernando | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah sebesar 11,46 poin atau 0,18% ke level 6.488,42 pada penutupan Senin (4/3). Analis Indo Premier Sekuritas Mino menjelaskan, pada hari ini, IHSG bergerak bervariasi namun akhirnya melemah tipis saat penutupan.

"Hampir tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China berhasil menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain aksi ambil untung di saham rokok dan tertekannya saham sektor telekomunikasi menjadi katalis negatif bagi indeks," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (4/3).

Menurut analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji, sebenarnya pergerakan IHSG mayoritas berada di zona positif sepanjang hari. "Hal ini mengingat sentimen perang dagang mereda," ujarnya.

Di sisi lain, Nafan bilang inflasi di Tanah Air juga tergolong stabil. "Meskipun demikian, aksi profit taking menyebabkan IHSG ditutup di zona negatif," imbuhnya.

Nafan memprediksi IHSG akan melemah di rentang 6.455,12-6.553,88 pada Selasa (5/3).

Nafan bilang, masih minimnya sentimen positif dari domestik akan mendorong pelemahan IHSG besok. "Di sisi lain, para pelaku pasar dibayangi oleh realitas perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Adapun data-data PMI negara-negara Uni Eropa dan AS sendiri diperkirakan akan stagnan bahkan cenderung menurun," tambahnya.

Sementara itu, Mino memprediksi, besok IHSG akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.450 dan resistance di level 6.520.

"Sentimen yang akan mempengaruhi, di antaranya optimisme investor seiring hampir tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China, laporan keuangan emiten, dan harga komoditas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×