Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI | Editor: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BACH yang segera IPO. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Adapun, harga penawaran saham BACH antara Rp400-500 per saham.
BACH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan solusi kelistrikan dan infrastruktur telekomunikasi.
Sejak didirikan pada September 2006, Perseroan terus mengembangkan bisnisnya dari sekadar penjualan genset menjadi penyedia layanan terintegrasi yang mencakup konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Profil LPPF: Dividen Rp250 Disetujui, Intip Lini Usaha hingga Kinerja Terbarunya
Jadwal Lengkap IPO PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
Melansir laman BEI, jadwal pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) PT Bach Multi Global Tbk (BACH):
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) | 22 – 24 Juni 2026 |
| Tanggal Efektif | 29 Juni 2026 |
| Masa Penawaran Umum | 1 – 3 Juli 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 3 Juli 2026 |
| Distribusi Saham Secara Elektronik | 6 Juli 2026 |
| Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) | 7 Juli 2026 |
Lalu, seperti apa profil dari saham BACH? Cek informasi menarik emiten ini selengkapnya.
Baca Juga: Segera Listing di BEI, Cek Profil Saham WBSA dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Sejarah Singkat BACH
Pada awal operasinya, BACH berfokus pada penjualan generator set (genset) untuk memenuhi kebutuhan daya listrik sektor telekomunikasi.
Seiring berkembangnya industri telekomunikasi nasional dan meningkatnya kebutuhan pasokan listrik, Perseroan memperluas lini usahanya ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut, BACH mendirikan entitas anak PT BMI yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, Perseroan memiliki dua segmen usaha utama yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Baca Juga: Profil Emiten EMAS: Cek Lini Usaha hingga Keuangan dari Sub Holding MDKA
Lini Usaha BACH
1. Penjualan dan Penyewaan Genset
Segmen ini mencakup penyediaan genset, instalasi, hingga layanan purna jual kepada pelanggan. BACH merupakan agen tunggal merek Himoinsa di Indonesia dan juga memasarkan berbagai merek genset internasional lainnya.
Beberapa mesin dan merek yang dipasarkan Perseroan antara lain:
- Cummins
- Perkins
- APC
- Yanmar
- Doosan
- Mitsubishi
- Kubota
- Austin Power System
Selain penjualan, BACH juga menjalankan bisnis penyewaan genset untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun kebutuhan komersial berbagai proyek di seluruh Indonesia.
Layanan ini banyak digunakan di wilayah yang memiliki keterbatasan pasokan listrik maupun proyek-proyek industri yang membutuhkan sumber daya listrik sementara.
Baca Juga: PRDL Segera IPO: Ini Profil Emiten Kesehatan dari Lini Usaha hingga Kinerja Terkini
2. Jasa Konstruksi dan Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi
Pada segmen ini, Perseroan menyediakan berbagai layanan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, meliputi:
- Site Acquisition (SITAC)
- Pembangunan menara BTS
- Pekerjaan Civil, Mechanical and Electrical (CME)
- Pembangunan jaringan fiber optik
- Kolokasi perangkat telekomunikasi
- Pembongkaran dan relokasi menara telekomunikasi
Selain pembangunan jaringan baru, BACH juga menyediakan layanan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi untuk memastikan kualitas layanan sesuai standar service level agreement (SLA).
Saat ini Perseroan mengelola dan melakukan pemeliharaan sekitar 41.000 site telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan model bisnis yang mencakup sektor energi dan telekomunikasi, BACH memiliki sumber pendapatan yang berasal dari dua industri yang masih berkembang di Indonesia.
Baca Juga: Profil Emiten FUTR yang Turun 43% Sebulan, Ini Lini Usaha hingga Kinerjanya
Kinerja Keuangan
Mengutip data prospektus BACH pada laman BEI, kinerja menunjukkan pertumbuhan yang kuat sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 1,73 triliun pada 2025, meningkat 39,66% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,24 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto BACH naik 57,28% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 311,43 miliar dari Rp 198,02 miliar pada 2024.
Kenaikan tersebut turut mendorong peningkatan laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp 184,56 miliar, melonjak 107,37% dibandingkan Rp 89 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Emiten Terseret Kasus Saham Gorengan, Cek Profil PIPA, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp 155,55 miliar pada 2025, tumbuh 97,55% dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp 78,74 miliar. Sementara itu, jumlah laba komprehensif tahun berjalan meningkat 90,21% menjadi Rp 151,96 miliar dari Rp 79,89 miliar pada 2024.
Pertumbuhan pendapatan yang diikuti kenaikan laba hampir dua kali lipat tersebut mencerminkan peningkatan kinerja operasional dan efisiensi usaha Perseroan menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO).
Kegiatan usaha Perseroan juga didukung oleh jaringan pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah serta pengalaman dalam pengelolaan puluhan ribu site telekomunikasi nasional.
Tonton: Pemadaman Listrik Landa Pulau Jawa, Dirut PLN Ungkap Kendala Pasokan Batubara ke PLTU
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














