kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Produksi TBS Turun, Pendapatan STAA Justru Melonjak 49% pada Kuartal I-2026


Minggu, 26 April 2026 / 09:50 WIB
Produksi TBS Turun, Pendapatan STAA Justru Melonjak 49% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. STAA bukukan pendapatan Rp 2,48 triliun di Q1 2026, naik 49,2%. Cari tahu strategi perusahaan hadapi tantangan produksi TBS. (Dok/STAA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatatkan total produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 221.421 ton sepanjang kuartal I-2026.

Raihan ini menurun 7,7% secara tahunan alias year on year (YoY).

“Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang kondusif selama periode berjalan,” kata Kevin Wijaya, Head of Investor Relations STAA, Jumat (24/4/2026).

Meskipun demikian, perseroan mencatatkan peningkatan efisiensi melalui perbaikan tingkat ekstraksi, dengan CPO extraction rate meningkat menjadi 22,4%.

Baca Juga: Sumber Tani Agung Resources (STAA) Catat Produksi TBS 1,08 Juta Ton Sepanjang 2025

Dari kinerja keuangan, STAA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,48 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 49,2% YoY dari sebelumnya Rp 1,66 triliun pada kuartal I-2025.

“Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penuh dari fasilitas refinery yang mulai beroperasi sejak pertengahan tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara laba kotor tercatat meningkat 28,5% menjadi Rp 737,37 miliar, dengan perolehan margin sebesar 29,7%.

 

“Hal ini mencerminkan perubahan komposisi produk serta dinamika harga,” paparnya.

Sayangnya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih turun 3,61% YoY ke Rp 293,70 miliar per Maret 2026, dari tahun sebelumnya Rp 304,70 miliar.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 27 di akhir Maret 2026, turun dari Rp 28 di akhir Maret 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×