kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Produksi bakal seret, harga CPO bisa melonjak


Kamis, 22 Maret 2012 / 12:05 WIB
ILUSTRASI. Jangan Menyerah! Masih ada seleksi UTBK-SBMPTN 2021, simak cara daftarnya ini. Tribun Jabar/Gani Kurniawan


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) berpotensi terus melonjak. Harga bakal tersokong spekulasi produksi Malaysia yang mungkin akan seret sebelum peremajaan tanaman pada Mei mendatang.

Siang ini, harga minyak sawit pun mulai bergerak naik, setelah kemarin terpangkas. Kontrak CPO untuk pengiriman Juni di Malaysia Derivatives Exchange reli 0,5% ke level RM 3.383 atau setara US$ 1.098 per metrik ton, sebelum diperdagangkan di RM 3.365 pada pukul 11.50 di Kuala Lumpur.

Pasar berspekulasi, produksi minyak sawit Malaysia bakal seret di tahun ini. Direktur Godrej International Ltd. Dorab Mistry memperkirakan, mulai Maret, setiap bulannya produksi akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya, per Februari, produksi juga sudah terpangkas 7,9% menjadi 1,19 juta ton.

"Dalam satu atau dua bulan mendatang, produksi dari Malaysia akan mengecewakan. Penurunan produksi kemungkinan akan mencapai level terendah pada April, sebelum peremajaan dimulai," kata Alvin Tai, analis OSK Holdings Bhd.

Di sisi lain, permintaan untuk ekspor minyak sawit diperkirakan bakal meningkat. Departemen Perdagangan menyebutkan, ekspor ke China mungkin akan mencapai total 503.100 ton pada Maret ini. Bulan sebelumnya, pengiriman ke China mencapai 383.666 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×