kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45892,79   -9,77   -1.08%
  • EMAS932.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Prodia Widyahusada (PRDA) menebar dividen 60% dari laba bersih 2020


Kamis, 08 April 2021 / 17:46 WIB
Prodia Widyahusada (PRDA) menebar dividen 60% dari laba bersih 2020
ILUSTRASI. Petugas memeriksa alat otomatis penuh untuk RT PCR COVID-19 di Lab Prodia Pusat Rujukan Nasional, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 161,25 miliar atau 60% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2020 yang mencapai Rp 268,75 miliar.

Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 171,99 per saham. Sejak pencatatan saham perdana (IPO) tahun 2016, PRDA secara konsisten membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dengan rasio pembayaran sebesar 50% dalam dua tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, PRDA membagikan dividen tunai sebesar Rp 105,130 miliar atau setara dengan 50% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2019.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, mengatakan, pencapaian kinerja tahun 2020 membuktikan ketahanan bisnis dan kokohnya bisnis inti PRDA di tengah dinamika situasi yang penuh ketidakpastian pada masa pandemi Covid-19.

“Kami fokus pada upaya menjaga performa profitabilitas, peningkatan keunggulan operasional, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya, dan optimalisasi pengembangan teknologi untuk akselerasi transformasi layanan kesehatan digital bagi pelanggan,” kata Dewi dalam siaran pers, Kamis (8/4).

Dividen tunai tahun buku 2020 dibagikan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis PRDA di masa mendatang. Ke depannya, PRDA akan terus mengkaji besaran dividen tunai bagi pemegang saham sesuai dengan kondisi perekonomian dan kinerja bisnis perusahaan. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan Prodia,” imbuh Dewi.

Baca Juga: Bisnis Laboratorium Ramai, Kinerja Prodia (PRDA) Naik Sepanjang 2020

RUPST kali ini juga telah menetapkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PRDA hingga tahun 2026 sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Andi Widjaja

Komisaris: Gunawan Prawiro Soeharto

Komisaris: Endang Wahjuningtyas Hoyaranda

Komisaris Independen: Kemal Imam Santoso

Komisaris Independen: Keri Lestari Dandan

Direksi

Direktur Utama: Dewi Muliaty

Direktur: Liana Kuswandi

Direktur: Indriyanti Rafi Sukmawati

Direktur: Andri Hidayat

Direktur: Ida Zuraida

Baca Juga: Pendapatan Prodia (PRDA) tumbuh, pelanggan individu dan rujukan dokter jadi penopang

RUPST PRDA menyetujui pengangkatan Kemal Imam Santoso dan Keri Lestari Dandan sebagai Komisaris Independen Prodia, menggantikan Scott Andrew Merillees dan Lukas Setia Atmaja.

Sebelumnya, Kemal Imam Santoso pernah menjabat sebagai direktur keuangan dan investasi BPJS Kesehatan (2016-2020), sedangkan Keri Lestari Dandan memiliki pengalaman panjang di bidang farmakologi dan farmasi klinik serta pernah mendapatkan Penghargaan Nasional, Hak Kekayaan Intelektual, penemu di bidang farmasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (2013).

RUPST PRDA juga menyetujui pengangkatan Ida Zuraida sebagai direktur, menggantikan Tetty Hendrawati. Sebelum diangkat menjadi direktur, Ida Zuraida merupakan AVP Human Capital Prodia Widyahusada dan telah berkarir di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) selama 17 tahun.

Mewakili manajemen, Dewi mengucapkan terima kasih kepada Scott Andrew Merillees, Lukas Setia Atmaja, dan Tetty Hendrawati atas kontribusi dan dedikasinya selama menjabat sebagai Komisaris Independen dan Direktur Independen di Prodia. “Kami menyambut Bapak Imam Kemal Santoso, Ibu Keri Lestari Dandan, dan Ibu Ida Zuraida untuk bekerja sama dalam membawa Prodia menuju level yang lebih tinggi lagi dan mengembangkan bisnis perusahaan sebagai pemimpin pasar pada industri layanan kesehatan di tengah kompetisi yang semakin ketat,” ungkap Dewi.

Baca Juga: Pendapatan naik, laba tahun berjalan Prodia (PRDA) terkerek 27,82% pada 2020

Berdasarkan survey dari IQVIA, market share PRDA berhasil meningkat menjadi 39,2% untuk tahun 2019 dalam kategori laboratorium kesehatan swasta di Indonesia. Pada tahun 2020, PRDA telah melayani lebih dari 1 juta pemeriksaan Covid-19 di Indonesia. Jumlah pemeriksaan mencapai 14 juta dan jumlah kunjungan mencapai 3,1 juta.

Pendapatan tes esoteric PRDA meningkat 131,8% pada tahun 2020 menjadi Rp 700,3 miliar. Pertumbuhan pendapatan bersih PRDA meningkat sebesar 7,4% menjadi Rp 1,87 triliun. PRDA juga terus berkontribusi dalam membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui penyediaan tes pemeriksaan Corona dengan metode rapid test, tes serologi antibodi EIA, dan PCR Covid-19.  

Baca Juga: Prodia: Hasil pemeriksaan Covid-19 sudah terhubung dengan eHAC

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×