kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, rupiah menjadi loyo


Rabu, 04 Mei 2011 / 10:03 WIB
ILUSTRASI. Umat Muslim beribadah pada malam Lailatul Qadar, malam paling suci untuk Muslim, sambil melakukan pembatasan sosial, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) pada bulan suci Ramadhan, di Mesjid Agung di Mekah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2020). S


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini melemah. Dengan demikian, keoknya rupiah tersebut sudah terjadi selama dua hari berturut-turut. Melemahnya mata uang Garuda ini terjadi setelah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai melambat.

"Investor mulai mengambil sikap hati-hati karena besok pemerintah akan merilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, pasar juga memperhatikan apa langkah yang bakal diambil Bank Indonesia (BI) minggu depan," jelas Joanna Tan, ekonom Forecast Singapura kepada Bloomberg.

Dia menambahkan, BI kemungkinan akan menahan lagi suku bunga acuan karena tingkat inflasi bulan lalu melambat. Namun, "Saya berpendapat BI harus menaikkan suku bunga karena tingkat inflasi inti masih tinggi," katanya.

Sekadar tambahan saja, berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, tingkat PDB Indonesia akan naik 6,56% pada kuartal I dibanding tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada kuartal IV 2010, pertumbuhannya mencapai 6,89%.

Pada pukul 09.21, rupiah melemah 0,1% menjadi 8.559 per dollar. Kemarin, rupiah berada di posisi 8.540, yang merupakan level paling kuat sejak Maret 2004. Sepanjang tahun ini, penguatan rupiah sudah mencapai 4,9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×