kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pradiksi Gunatama (PGUN) Targetkan Produksi Tandan Buah Segar 359.000 Ton di 2024


Rabu, 10 Januari 2024 / 16:46 WIB
Pradiksi Gunatama (PGUN) Targetkan Produksi Tandan Buah Segar 359.000 Ton di 2024
ILUSTRASI. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 359.000 ton di tahun 2024.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 359.000 ton di tahun 2024. Target tersebut naik sekitar 17,3% atau 53.000 ton dari produksi TBS di tahun 2023 yang sebesar 306.000 ton.

PGUN juga menargetkan produksi minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) di tahun 2024 sebesar 79.000 ton. Target itu naik dari produksi CPO PGUN di tahun 2023 yang sebesar 72.000 ton.

Direktur Utama PGUN Khairuddin Simatupang mengatakan, efek dari El Nino di tahun 2023 sebenarnya masih akan terasa di tahun 2024.

Namun, PGUN fokus melakukan perawatan terhadap tanaman, sehingga Perseroan optimistis produksi TBS dan CPO masih bertumbuh di tahun ini.

Baca Juga: Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi TBS 306.000 Ton Selama Tahun 2023

Langkah-langkah yang dilakukan PGUN dalam perawatan tanaman di antaranya adalah perbaikan water management yang memugkinkan air hujan bisa tertampung dan terserap dengan baik oleh tanaman di perkebunan.

“Jadi, air hujan tidak langsung mengalir ke parit dan terbuang habis, tetapi tertahan supaya bisa terserap tanaman,” ujarnya saat ditemui Kontan, Rabu (10/1).

Lalu, Perseroan juga menanam cover crop (tanaman pelindung) untuk mencegah tanah perkebunan mengalami erosi akibat air hujan.

“Kami tanami Mucuna bracteata di area perkebunan untuk mengurangi erosi. Biomassa dari tanaman ini juga cukup tinggi,” ungkapnya.

Dari sisi manajemen, PGUN menerapkan sistem Inspeksi Panen Detail (IPD) untuk mengawasi panen yang dilakukan oleh para karyawan.

“Kami juga mengedukasi karyawan agar bisa meminimalisasi loss saat panen TBS,” ujarnya.

Selain itu, PGUN juga berupaya menaikkan extraction rate TBS ke CPO. Hingga tahun 2023, extraction rate dari 1 kilogram TBS yang diproduksi menjadi CPO sebesar 21,5%. Sisa dari produksi itu adalah cangkang, kernel, dan fiber.

“Dengan upaya ini, kami berhasil menaikan extraction rate 2% ke 23,5%,” tuturnya.

Baca Juga: Hingga Kuartal I, Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi 53.021 Ton TBS

Untuk tahun 2024, PGUN juga menargetkan kenaikan penjualan hingga 10% dari capaian tahun 2023. Sayangnya, Perseroan belum bisa menyampaikan angka pasti total penjualan di tahun 2023.

“Angka pastinya belum ada, karena itu juga tergantung harga pasar,” tuturnya.

PGUN juga belum menganggarkan secara pasti berapa modal belanja alias capital expenditure (capex) yang akan digunakan di tahun 2024. 

“Yang jelas, anggaran capex tahun 2024 akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan untuk karyawan,” katanya.

Di 2024, PGUN juga belum berencana melakukan diversifikasi bisnis maupun melakukan aksi korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×