kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi TBS 306.000 Ton Selama Tahun 2023


Rabu, 10 Januari 2024 / 15:58 WIB
Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi TBS 306.000 Ton Selama Tahun 2023
ILUSTRASI. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 306.000 ton.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 306.000 ton. Raihan itu hanya mencapai 92% dari total target 2023.

Direktur PGUN Khairuddin Simatupang mengatakan, kondisi tersebut disebabkan oleh faktor El Nino yang melanda di sepanjang tahun 2023.

“Ini hampir terjadi di semua perusahaan sawit. Di tahun 2023, selama hampir 3,5 - 4 bulan tidak turun hujan. Ini yang mengakibatkan terjadi penurunan produksi,” ujarnya saat ditemui Kontan, Rabu (10/1).

Sementara, produksi minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) PGUN di tahun 2023 sebesar 72.000 ton. Ini mencakup 73% dari target total 2023.

Baca Juga: Hingga Kuartal I, Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi 53.021 Ton TBS

Selain dari El Nino yang menyebabkan penurunan produksi TBS, terjadi pula penurunan pembelian TBS dari luar Perseroan. Ini pun berimbas pada penurunan produksi CPO di PGUN selama tahun 2023.

“Ini termasuk dari TBS yang kami beli dari masyarakat (petani plasma) yang juga berkurang, jadi capaian produksi CPO juga turun,” ungkapnya.

Khairuddin mengungkap, 100% penjualan CPO PGUN ditujukan untuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang merupakan induk perusahaan PGUN.

“Hasil CPO itu ditujukan untuk kebutuhan produksi biodiesel,” ungkapnya.

Meskipun begitu, kata Khairuddin, produksi PGUN di tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Pada tahun 2022, produksi TBS tahun 2022 sebesar 243.726 ton.

Hal itu disebabkan oleh perawatan tanaman yang menjadi fokus PGUN selama tiga tahun ke belakang, termasuk dari pemupukan. Harga pupuk yang tinggi diakui memang menjadi tantangan.

“Tapi pemupukan ini yang menunjang naiknya produksi. Lalu, PGUN juga memperbaiki akses ke kebun,” tuturnya.

Hingga saat ini, PGUN memiliki lahan menghasilkan sebesar sekitar 20.168 hektar. Sementara, areal yang tidak menghasilkan sebesar 4.475 hektare.

“Sudah termasuk kebun inti dan plasma,” paparnya.

Baca Juga: Sepanjang Kuartal I, Pradiksi Gunatama (PGUN) Produksi 53.021 Ton TBS

PGUN sendiri baru selesai menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini (10/1).

Agenda RUPSLB hari ini adalah pengangkatan Khairuddin Simatupang sebagai direktur utama PGUN. Khairuddin dilantik usai direktur utama sebelumnya, Jooyoung Lee, mengundurkan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×