kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Pendapatan Rp 181,12 Miliar pada Kuartal I


Selasa, 30 Mei 2023 / 16:21 WIB
Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Pendapatan Rp 181,12 Miliar pada Kuartal I
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) di Kalimantan Timur.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 181,12 miliar di kuartal I 2023, turun 6% dari kuartal I 2022 yang sebesar Rp 192,44 miliar.

PGUN mencatatkan laba sebesar Rp 8,24 miliar pada kuartal I 2023, turun 50% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 17,09 miliar. Laba bruto PGUN juga turun 23% di kuartal I 2023, dari Rp 38,45 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 29,78 miliar.

Direktur PGUN Tamlikho mengatakan, penurunan laba itu terjadi karena penurunan harga rata-rata minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

“Harga rata-rata CPO di kuartal I 2022 sebesar Rp 14.266 per kg, turun menjadi Rp 11.556 per kg di kuartal I 2023,” ujarnya dalam Public Expose Rapat Umum Pemegang Saham Tetap (RUPST) PGUN, Selasa (30/5).

Baca Juga: Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Produksi 53.021 Ton TBS pada Kuartal I

Tamlikho menuturkan, penurunan harga CPO itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, kenaikan suku bunga The Fed di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal itu menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, sehingga permintaan CPO turun. Kedua, menguatnya mata uang ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

“Ketiga, menurunnya harga komoditas minyak mentah dan gas alam, sehingga menghambat permintaan bahan baku biofuel,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Tamlikho, pihaknya melakukan sejumlah antisipasi terhadap penurunan harga CPO di tahun ini. Pertama, PGUN berupaya menaikkan volume penjualan CPO dan kernel.

Kedua, PGUN menambah kapasitas olah pabrik dari 60 ton/jam menjadi 90 ton/jam. Ketiga, menambah luasan tanaman produktif dengan membeli lahan PT Langgai Agrindo Agung (LAA) seluas 3.000 hektar, yang terdiri dari perkebunan inti dan plasma.

“Keempat, kami juga membangun kemitraan dengan petani sekitar perusahaan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×