kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Prabowo-Sandiaga kalah di quick count, harga saham Saratoga Investama (SRTG) turun


Kamis, 18 April 2019 / 12:25 WIB
Prabowo-Sandiaga kalah di quick count, harga saham Saratoga Investama (SRTG) turun

Reporter: Aloysius Brama | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dibuka anjlok pada perdagangan perdana pascapemilu. Menurut data RTI, harga saham SRTG sempat turun 11,46% di awal perdagangan ke Rp 3.400. Pada akhir perdagangan sesi I, penurunan harga saham SRTG mengecil menjadi 3,91% ke level Rp 3.690 per saham.

Harga saham hari ini mendekati level terendah SRTG tahun 2019 yang ada di Rp 3.640 per saham pada 9 Januari lalu. Sedangkan harga saham tertinggi Saratoga tahun ini adalah Rp 4.490 per saham yang tercapai pada 11 Maret 2019. Harga saham SRTG hari ini turun 17,82% dari level tertinggi 2019.


Dalam beberapa hasil hitung cepat pemilihan presiden yang berlangsung kemarin, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tertinggal. Hitung cepat Litbang Kompas misalnya menunjukkan bahwa perolehan suara pasangan calon nomor urut 02 tersebut masih di kisaran 45,48%.

Lembaga survei lain yaitu Indobarometer juga menempatkan perolehan suara Prabowo-Sandi di angka 45,47%. Begitu juga dengan hasil hitung cepat CSIS-Cyrus dan Charta Politika yang menempatkan perolehan suara Prabowo-Sandi masing-masing di angka 44,3% dan 45,58%.

Hasil hitung cepat yang menunjukkan ketertinggalan ini menjadi sentimen negatif lain bagi pergerakan SRTG. Dari aspek fundamental, kinerja SRTG juga tidak menggembirakan. Berdasarkan laporan keuangan SRTG, tahun lalu perusahaan perdagangan dan investasi ini mencatatkan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 6,19 triliun.

Kerugian perusahaan yang 22,6% sahamnya dimiliki Sandiaga Uno ini disebabkan oleh kerugian portofolio investasi SRTG. Padahal tahun sebelumnya, perusahaan ini membukukan laba Rp 3,27 triliun.

Kerugian ini berasal dari kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas yang mencapai Rp 7,25 triliun. Ini adalah kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas. Kerugian ini terutama berasal dari efek PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 4,21 triliun.



Video Pilihan

TERBARU

×