kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

PPN Naik ke 12% Mulai 2025, FREN Sebut Akan Ada Kenaikan Harga Produk


Jumat, 20 Desember 2024 / 20:22 WIB
PPN Naik ke 12% Mulai 2025, FREN Sebut Akan Ada Kenaikan Harga Produk
ILUSTRASI. Paparan publik PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) di Jakarta (20/12/2024).


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menanggapi rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) ke 12% di awal tahun 2025.

"Semua peraturan negara wajib diikuti, tidak boleh dibantah," ujar Presiden Direktur FREN, Merza Fachys saat ditemui usai paparan publik FREN, Jumat (20/12).

Merza pun mengaku tidak takut akan terjadi penurunan permintaan untuk produk FREN, lantaran kebutuhan akan produk telekomunikasi masih akan tetap ada.

Baca Juga: Simak Prospek Kinerja FREN Pasca Merger dengan EXCL

Dengan kenaikan PPN 12% ini, FREN mengaku akan melakukan penyesuaian harga produk secara berkala. Ia tak memungkiri setiap kenaikan harga pasti akan menyebabkan gejolak di pasar.

"Iya, nanti (ada penyesuaian harga produk). Pelan-pelan, jangan buru-buru," paparnya.

Per September 2024, rugi bersih entitas Grup Sinarmas ini mencapai Rp 599,63 miliar per September 2023. Secara persentase pos ini membengkak 68,05% secara tahunan atau year on year (YoY). 

Dari sisi top line, pendapatan usaha Smartfren mengalami penurunan sebesar 1% secara tahunan menjadi Rp 8,54 triliun hingga kuartal III-2024. Pada periode yang sama di 2023, pendapatan usaha FREN mencapai Rp 8,62 triliun. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×