kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Positif di Februari, Volatilitas IHSG di Pertengahan Maret Bisa Tekan Reksadana Saham


Selasa, 24 Maret 2026 / 16:01 WIB
Positif di Februari, Volatilitas IHSG di Pertengahan Maret Bisa Tekan Reksadana Saham
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana, uang rupiah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana saham pada akhir Februari sempat menunjukkan hasil yang cukup positif. 

Data Infovesta per 27 Februari mencatat reksadana saham membukukan return tertinggi sebesar 2,0% secara bulanan meskipun pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru masih terkoreksi 1,13%.

Namun, memasuki pertengahan Maret, kinerja reksadana saham justru tertekan. Berdasarkan data Infovesta per 16 Maret, dalam sepekan reksadana saham mengalami penurunan sebesar 2,33%. Adapun, IHSG turun 4,29% dalam seminggu.

Baca Juga: Dinamika Eskalasi di Timur Tengah Selama Sepekan, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (25/3)

Senior Vice President Retail Marketing&Product Development PT Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi mengatakan kinerja reksadana saham saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, domestik, dan dinamika struktural pasar modal yang mendorong peningkatan volatilitas pasar.

"Dari sisi global, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan sentimen risk-off di pasar keuangan global," ujar Reza kepada Kontan pada Selasa (17/3).

Kemudian, dari sisi domestik koreksi IHSG yang mencapai sekitar 18–20% sejak awal tahun turut menekan kinerja reksadana saham karena pergerakan nilai aktiva bersih pada dasarnya mengikuti dinamika pasar saham.

"Tekanan tersebut diperkuat oleh arus keluar investor asing serta meningkatnya sensitivitas investor terhadap isu fiskal domestik dan pergerakan nilai tukar rupiah," kata Reza. 

Adapun, faktor struktural yang memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar domestik seperti isu transparansi pasar dan struktur free float yang menjadi perhatian sebagian investor institusi global.

Dalam konteks tersebut, reksadana saham yang memiliki eksposur besar pada saham-saham kapitalisasi besar seperti perbankan, energi, dan basic materials cenderung mengalami tekanan karena sektor-sektor tersebut menjadi kontributor utama koreksi indeks.

Reza mengakui kondisi pasar dalam jangka pendek masih menghadapi sejumlah tantangan terutama dari sisi geopolitik global, volatilitas harga komoditas energi, serta dinamika arus dana asing.

"Namun di sisi lain, koreksi pasar yang cukup dalam juga membuat valuasi saham domestik menjadi jauh lebih menarik dibandingkan sebelumnya. Hal ini menciptakan peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai membangun posisi secara bertahap," ujar Reza.

Baca Juga: Reksadana Saham Terkoreksi 2,33% dalam Sepekan, Ini Faktor Pendorongnya

Reza menjelaskan bagi manajer investasi seperti Henan Asset, kondisi seperti ini justru menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin dan multistrategi dalam pengelolaan portofolio.

Keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada pergerakan pasar jangka pendek, tetapi juga pada analisis fundamental, valuasi, siklus makro, serta positioning likuiditas investor global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×