kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Politik Yunani memanas, Wall Street pun tumbang


Selasa, 08 Mei 2012 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Emiten tembakau dan rokok PT Indonesian Tobacco Tbk berencana melepas 29,13% saham dari modal yang disetor penuh atau setara dengan 276,06 juta lembar saham.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Memanasnya situasi politik di Yunani telah memicu sentimen negatif di pasar saham AS. Tak pelak, bursa Wall Street tersandung, dan menyeret jatuh indeks Dow Jones Industrial Average untuk hari yang kelima.

Sebagai catatan, indeks acuan Standard & Poor's telah tergerus 0,40% ke level 1.364 pada pukul 9.31 waktu New York. Sementara itu, indeks Dow Jones tersandung 0,68% ke posisi 12.920, dan indeks Nasdaq terpapas 0,73% menjadi 2.936,25.

Saat ini, para pemimpin politik Yunani kembali bertemu untuk hari yang kedua. Mereka membahas upaya untuk membentuk pemerintahan, setelah pemimpin New Democracy Antonis Samaras pasca pemilu, gagal mencapai kesepakatan soal keanggotaan dalam Euro.

Ini terjadi lantaran, Alexis Tsipras dari partai Syriza yang berada di urutan kedua dalam pemilu 6 Mei lalu bersikeras tidak akan mau bergabung dengan New Democracy dan Pasok. Itu merupakan dua partai terbesar yang telah mendukung langkah-langkah penghematan anggaran guna mendapai bantuan dari dana internasional.

Isu politik di Yunani ini pun kembali membangkitkan kekhawatiran terhadap krisis utang di kawasan itu.

Witold Bahrke, senior strategist di Pension PFA A/S menyebut, risiko meningkat di kawasan Euro dengan kekacauan politik yang terjadi di Yunani. "Hasil pemilihan parlemen Perancis masih meragukan, sama halnya seperti nasib bank Spanyol. Hal ini akan menjadikan Eropa lebih sulit," ujarnya di Copenhagen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×