Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan melakukan pengembangan proyek rekreasi Seaworld Ancol menjadi enam kali lebih besar dari yang ada saat ini. Proyek ini akan menelan investasi sebesar Rp 250 miliar -Rp 300 miliar.
Teuku Sahir Syahali, Direktur PJAA mengatakan pengembangan proyek Seaworld tersebut akan dimulai tahun ini dn diperkirakan akan rampung pada akhir 2017. "Kita akan perbesar Seaworld dengan panel 8x 7 meter , 6 kali lebih besar dari yang sekarang," katanya di Jakarta, Kamis (25/8).
Ia mengungkapkan, nantinya wahana rekreasi tersebut akan mengalahkan Seaworld yang ada Singapura. Wahana tersebut akan didesign menjadi reflika wisata laut yang ada di Indonesia seperti Bunaken, Raja Ampat, Nias dan lain-lain.
Teuku menjelaskan, perluasan wahana tersebut merupakan salah satu inovasi perseroan untuk mengejar pertumbuhan jumlah pengunjung ke tahun-tahun berikutnya. Tahun ini saja, PJAA menargetkan jumlah pengunjung ke wahana rekreasi perseroan 18,5 juta, naik dari 17,5 juta pada tahun 2015.
Selain memperbesar Seaworld, PJAA juga akan memperluas Eko park Dufan dengan menggelontorkan investasi Rp 100 miliar- Rp 150 miliar di tahun depan. Perseroan juga akan mengembangkan fasilitas transportasi dan saran parkir. " Mulai tahun ini sampai tahun depan akan dibangun centra parking dan akan disambung kereta api dari karnaval serta menambah bus bertingkat," kata Sahir.
Dengan begitu, PJAA masih membutuhkan investasi yang sangat besar hingga tahun depan. Namun, manajemen perseroan belum bisa mengungkapkan besaran belanja modal yang dibutuhkan perseroan tahun 2017. Hanya saja tahun ini capex yang disiapkan untuk pengembangan area rekreasi dan properti Rp 450 miliar -Rp 500 miliar. Adapun serapannya per semester I baru mencapai Rp 126 miliar.
Di bisnis properti, PJAA saat tengah membangun satu hotel berkapasitas 260 kamar di kawasan Putri Duyung. Hotel ini ditargetkan akan akan beroperasi pada 2018. Saat ini, perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa calon operator untuk mengembangkan hotel tersebut. "Kami mau hotel ini bertaraf internasional untuk menambah daya tarik kawasan kami," kata Sahir.
Untuk mendanai ekspansi perseroan di bisnis rekreasi dan properti, PJAA akan merilis obligasi Rp 300 miliar. Ini merupakan tahap pertama dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp 2 triliun. Sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis rekreasi dan 40% untuk properti.
Sementara itu, perseroan belum bisa memastikan kapan sisa PUB tersebut akan diterbitkan. Daniel Nainggolan, Direktur Keuangan PJAA mengatakan penerbitannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dana ekspansi perseroan.
Selain mempersiapkan penerbitan obligasi tersebut, PJAA juga akan menjajaki fasilitas pinjaman lagi sebesar Rp 200 miliar -Rp 300 miliar tahun ini untuk modal kerja. Daniel mengatakan fasilitas pinjaman yang tersebut akan dijajaki dengan Bank DKI. "Saat ini kita sudah dapat fasilitas kredit dari Bank Mandiri Rp 150 miliar untuk modal kerja. Kita lagi mau minta lagi dari Bank DKI." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













